Selasa, 23 Februari 2010

Gangguan Konsentrasi Belajar Pada Anak atau Kesulitan Belajar

Adalah anak yang memiliki gangguan pada satu atau lebih kemampuan dasar psikologis yang mencakup pemahaman dan penggunaan bahasa, berbicara dan menulis yang dapat mempengaruhi kemampuan berfikir, membaca, berhitung, berbicara yang disebabkan karena gangguan persepsi, brain injury, disfungsi minimal otak, dislexia, dan afasia perkembangan. individu kesulitan belajar memiliki IQ rata-rata atau diatas rata-rata, mengalami gangguan motorik persepsi-motorik, gangguan koordinasi gerak, gangguan orientasi arah dan ruang dan keterlambatan perkembangan konsep.
Gangguan konsentrasi berhubungan dengan kemampuan anak untuk memperhatikan dan berkonsentrasi,kemampuan yang berkembang seiring dengan perkembangan anak. Anak yang sangat terganggu konsentrasinya mengalami kesulitan untuk memfokuskan konsentrasinya,perhatiannya dan menyelesaikan tugas secara terus menerus. Mereka sering lupa instruksi-instruksi, kehilangan barang-barang dan tidak mendengarkan orang tua atau gurunya.
Mereka mungkin melamun di kelas dan kelihatan gelisah.Perilaku seperti ini tentunya menyulitkan orang tua atau guru.Tapi itu bisa saja adalah karakter bawaan. Sikap anak yang tidak memperhatikan bisa jadi disebabkan oleh situasi atau kekhawatiran tertentu.Semua anak bisa terlihat terganggu untuk alasan sekecil apapun. Misalnya; Orang Tuanya baru saja bertengkar, Orang tua kabur, suasana kelas/belajar gaduh, anak duduk dengan teman yang suka mengganggu, dsb.
Apabila anak atau siswa mengalami tanda-tanda seperti diatas dapat dicoba beberapa cara antara lain sebagai berikut :
1. Jika seorang anak dulunya tidak mempunyai masalah konsentrasi sekarang terlihat gelisah, mungkin ada penyebab khusus dari ketergangguannya. Bicaralah padanya dengan cara yang lembut,simpatik dan tidak menuduh untuk mengetahui apa yang mengganggunya.
2. Jika Ia bersikeras tidak ada masalah, tanyakanlah pada dokter anak. Mungkin ada kegelisahan psikologis. Sesuatu bisa menjadikan anak kaku dan mengganggu daya konsentrasinya. Atau bisa jadi anak mengalami masalah pendengaran yang tidak terdeteksi, sehingga kegiatan mendengar membuatnya putus asa.
3. Kemungkinan lain bagi anak yang sangat mudah terganggu adalah menderita kekurangan daya konsentrasi. Bantulah kekurangannya ini dengan memberikan aktivitas dan memperhatikan/mengontrol lebih khusus. Misalnya memanggil namanya apabila ia sedang asyik sendiri atau sedang bermain.
Apabila anda mempunyai anak yang suka menabrak mainannya,mengganggu terus menerus dan tidak mampu memahami instruksi, tidak selesai menyelesaikan tugas, hubungan dengan teman memburuk. Anak seperti itu bisa jadi menderita kegagalan konsentrasi dan hiperaktif.

Selasa, 05 Januari 2010

fenomena bunuh diri

FENOMENA BUNUH DIRI
Fenomena bunuh diri semakin hari semakin sering kita temui, hampir setiap hari didalam berita kita menemukan kasus-kasus bunuh diri. Dengan berbagai alasan seseorang mengakhiri hidupnya. Banyak hal yang mendasari seseorang melakukan tindakan ini, namun pada perkembangannya di indonesia, bunuh diri lebih didasari oleh masalah ekonomi. Seseorang yang sudah merasa tidak mampu untuk menghidupi keluarganya, membuat dia berfikir untuk mengakhiri hidupnya.
Secara teori, bunuh diri merupakan perbuatan yang dilakukan seseorang dengan tujuan mengakhiri kehidupannya dalam waktu yang sangat singkat.
Bagi kalangan Psikiatri, memandang bunuh diri sebagai perilaku yang bertujuan untuk mengatasi masalah hidup, penghindaran diri dari segala situasi yang tidak menyenangkan, pernyataan amarah/gelisah, dan untuk memperoleh tidur yang damai/tentram.

Ada beberapa macam pembagian bunuh diri (emilie Durkheim), yaitu:
1. Bunuh diri Egoistik
Individu tidak mampu berinteraksi dengan masyarakat, qhal ini disebabkan oleh kondisi kebudayaan atau karena masyarakat yang menjadikan individu itu seolah-olah tidak berkepribadian.
2. Bunuh diri Altruistik
Individu terikat pada tuntutan tradisi khusus ataupun dia cenderung untuk bunuh diri karena identifikasi terlalu kuat dengan suatu kelompok, dia merasa bahwa kelompok tersebut sangat mengharapkannya. (Contoh: harakiri).
3. Bunuh diri Amonik
Hal ini terjadi bila terdapat gangguan keseimbangan integrasi antara individu dengan masyarakat, sehingga individu tersebut meninggalkan norma-norma kelakuan yang biasa.
Sepatutnya kita menyadari bahwa tindakan bunuh diri merupakan tindakan yang sangat dibenci Tuhan Yang Maha Esa.
Tidak ada 1 agama pun yang menghalalkan tindakan tersebut jika akan berdampak negatif baik pada dirinya sendiri ataupun orang disekitar.
sumber:http://imansukablog.ngeblogs.com/2009/12/05/fenomena-bunuh-diri/