Minggu, 20 Desember 2009

penyakit lupa

Penyakit Lupa

Penyakit lupa merupakan proses yang masih normal (fisiologis), tapi dapat pula menjadi proses yang abnormal (patologis).

Ada beberapa macam bentuk lupa yakni
•mudah lupa (forgetfulness),
•amnesia
•demensia
Mudah lupa terjadi bilamana informasi yang diterima berhasil melalui proses normal dan akhirnya tersimpan di dalam memori jangka panjang.

Mudah lupa dapat terkait dengan penambahan usia yang sering dihubungkan dengan inefisiensi proses memori, seperti proses berpikir menjadi lamban, kurang menggunakan strategi memori yang baik, kesulitan memusatkan perhatian dan mengabaikan distraktor, membutuhkan waktu lebih lama untuk mempelajari sesuatu yang baru, dan lebih banyak dibutuhkan isyarat untuk mengingat kembali informasi yang telah tersimpan. Mudah lupa akan semakin berat jika menyerang manula dan disebut sebagai age-associated memory impairment (AAMI).

Pada amnesia, informasi hanya sampai di memori jangka pendek. Dengan kata lain, terjadi kegagalan atau kesulitan belajar yang berarti sudah bersifat patologis. Namun, perhatian terhadap informasi yang masuk, mengingat kembali informasi yang sudah lama, fungsi kognisi, bahasa, dan kepribadian masih berjalan dengan normal. Hanya proses penerusan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang yang gagal sehingga informasi baru tersebut tidak dapat diingat kembali. Sedangkan demensia gangguan yang paling berat. Informasi sama sekali tidak dapat masuk dalam proses memori. Bisa disebabkan oleh berbagai kelainan di otak seperti: gangguan vaskuler (stroke) dan degeneratif (sindrom Alzheimer)
Menurut Dr. Murray Grossman (45), ahli saraf dari Pusat Medis Universitas Pennsylvania, AS, bila ditelusuri lebih teliti berdasarkan jangka waktu keawetannya, ada lima jenis memori. Masing-masing: Semantik, Implisit, Remote, Working, dan Episodik. Semantik merupakan memori tentang makna simbol dan kata.

Memori Implisit biasanya menyangkut kecakapan tertentu, seperti bersepeda, berenang.
Memori Remote merupakan gudang data, umumnya melemah sejalan dengan bertambahnya usia.
Memori Working adalah memori jangka pendek, yang kita andalkan saat melakukan kegiatan sehari-hari, seperti mengingat bagian kalimat pertama saat lawan bicara kita sedang mengucapkan bagian kalimat kedua, sehingga kita dapat memahami apa yang ia maksud.
Memori Episodik ialah memori yang menyangkut pengalaman yang belum lama terjadi. Apa nama film yang ditonton minggu lalu, apa nama restoran yang dipesan untuk berkencan Sabtu mendatang, di mana Anda letakkan kacamata barusan, dst. Memori Episodik juga mundur dengan bertambahnya usia.


Tips Mengatasi Lupa
• Just Do It - Jika kita memiliki pekerjaan, sebaiknya kerjakan sekarang juga. Jangan tunda sampai anda akhirnya lupa.
• To Do List - Jika tidak memungkinkan untuk melakukan tips pertama, tulislah dalam to do list. Tapi jangan lupa membaca to do list rutin setiap hari. Jangan sampai schedule yang sudah kita tulis tidak dilakukan gara-gara kita lupa membacanya.
• Write It Everywhere - Kalau ternyata penyakit lupa Anda sudah kronis sehingga lupa membaca to do list, anda harus menyediakan alat tulis dimana saja kapan saja. Dimeja kerja ada agenda, di kamar ada agenda, di dinding rumah pasang whiteboard untuk menulis agenda anda.
• Manfaatkan teknologi di sekitar Anda - Gunakan PDA atau handphone atau komputer anda untuk menulis agenda anda. Teknologi ini akan memberikan anda alert sesuai dengan agenda yang anda input.
• Manfaatkan orang lain - Minta tolong orang lain untuk mengingatkan anda pada saat anda harus melakukan tugas Anda.

Obesitas Pada Anak-Anak

Obesitas Pada Anak-Anak

Penyebab:
•genetik dan hormonal
•makan terlalu banyak
•terlalu sedikit bergerak
•penyakit genetik seperti sindrom Prader-Willi dan sindrom Bardel-Biedl hanya terjadi pada sebagian kecil anak-anak.

Faktor Risiko

Banyak faktor yang menyebabkan meningkatnya risiko terjadinya kelebihan berat badan pada anak:
•Pola makan. Mengkonsumsi makanan berkalori tinggi. Minuman bersoda, kudapan, permen dan makanan penutup dapat juga menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan. Makanan dan minuman seperti ini biasanya memiliki kandungan kalori dan gula atau garam yang tinggi.
•Jarang bergerak. Anak-anak yang jarang bergerak akan lebih mudah mengalami kenaikan berat badan karena mereka tidak membakar kalori melalui aktivitas fisik.
•Masalah genetic .Secara genetik anak yang mengalami kelebihan berat badan adalah turunan dari orang tua dan berada dalam lingkungan di mana makanan tinggi kalori selalu tersedia dan aktivitas fisik jarang dilakukan.
•Faktor psikologis. Ada sebagian anak-anak yang makan terlalu banyak sebagai pelampiasan bila ada masalah, terutama masalah emosi, seperti stres atau kebosanan.
•Faktor keluarga/sosial. Kebiasaan orangtua dalam menyiapkan makanan di rumah.
Kapan Harus Mencari Bantuan Medis :
Tidak semua anak yang memiliki kelebihan berat badan mengalami kegemukan atau obesitas. Ada anak-anak yang memiliki postur tubuh yang lebih besar dari tubuh rata-rata. Dan anak-anak secara normal memang membawa lemak tubuh yang berbeda pada tahap berkembangan yang bervariasi. Jadi dengan hanya memandang saja, anda tidak dapat mengetahui apakah berat badan anak anda akan mengakibatkan mereka mengalami masalah kesehatan.

Komplikasi

Anak yang kelebihan berat badan dapat menderita masalah kesehatan yang cukup serius, seperti:
•Diabetes tipe 2, resisten terhadap insulin
•Sindrom metabolisme: kegemukan terutama di daerah perut, kadar lemak yang tinggi, tekanan darah tinggi, resistensi terhadap insulin, kerentanan terhadap terbentuknya sumbatan pembuluh darah, dan kerentanan terhadap proses peradangan (American Heart Association).
•Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan tingkat blood lipid yang abnormal
•Asma dan masalah saluran pernapasan lainnya (misalnya, napas pendek yang dapat membuat olah raga, senam atau aktivitas fisik lainnya sulit untuk dilakukan)
•Masalah tidur
•Penyakit liver dan kantong empedu
•Pubertas atau menarche dini: anak yang kelebihan berat badan dapat tumbuh lebih tinggi dan secara seksual lebih matang dari anak-anak sebayanya, membuat orang-orang berharap mereka dapat berlaku sesuai dengan ukuran tubuh mereka, bukan sesuai dengan usia mereka; gadis-gadis yang mengalami kelebihan berat badan seringkali mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur dan menghadapi masalah fertilitas pada usia dewasanya.
•Masalah makan
•Infeksi kulit
•Masalah pada tulang dan persendian

Faktor risiko yang ada pada masa kanak-kanak (termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes) dapat menyebabkan terjadinya masalah medis saat mereka beranjak dewasa seperti penyakit jantung, gagal jantung, dan stroke. Kelebihan berat juga dapat menyebabkan terjadinya masalah yang menyangkut perkembangan sosial dan emosional anak seperti:

•Percaya diri rendah dan rawan diganggu anak lain
•Problem pada pola tingkah laku dan pola belajar
•Depresi

Penanganan

Anak-anak, tidak seperti orang dewasa, membutuhkan nutrisi dan kalori untuk perkembangan dan pertumbuhan mereka.
Untuk anak-anak di bawah usia 7 tahun yang tidak memiliki masalah kesehatan lainnya, tujuan penanganan ini adalah untuk menjaga berat badan bukan mengurangi berat badan. Strategi ini menyebabkan anak-anak tetap menambah tinggi badan mereka tanpa harus menambah berat badan, sehingga indeks massa tubuh akan terus menurun seiring dengan bertambahnya waktu sampai pada kisaran normal. Meskipun demikian, untuk anak yang mengalami obesitas, menjaga berat badan sambil menunggu pertambahan tinggi badan dapat menjadi sama sulitnya dengan menurunkan berat badan pada orang-orang dewasa.
Metode-metode yang dilakukan untuk menjaga berat badan atau menurunkan berat badan adalah sama yaitu anak harus makan dengan pola makan yang sehat dan meningkatkan aktivitas fisiknya. Kesuksesan metode ini sangat bergantung pada komitmen untuk membantu anak melakukan perubahan ini.
Jangan sampai jatuh ke dalam perangkap kebiasaan makan yang kurang baik:
•Jangan berikan permen atau jajanan sebagai hadiah bagi anak yang berkelakuan baik atau untuk menghentikan kelakuan buruk.
•Jangan biasakan anak untuk selalu menghabiskan isi makanannya. Bila anak-anak sudah cukup kenyang, jangan paksa mereka untuk melanjutkan makan.
•Jangan berbicara soal “makanan yang jelek” atau sama sekali melarang adanya permen dan makanan favorit dari menu makanan anak yang mengalami kelebihan berat badan. Anak-anak bisa berontak dan mengkonsumsi makanan terlarang tersebut dalam jumlah banyak di luar rumah atau menyelundupkan makanan tersebut ke dalam rumah.
Meningkatkan Aktivitas Fisik
Satu komponen yang sangat penting dalam penurunan berat badan, terutama pada anak-anak, adalah aktivitas fisik.

Untuk meningkatkan tingkat aktivitas anak anda:
•Batasi waktu santai di depan televisi menjadi hanya dua jam dalam sehari. Satu cara yang jitu untuk meningkatkan aktivitas anak anda adalah dengan membatasi waktu mereka untuk menonton televisi setiap harinya. Aktivitas diam lainnya (main video games dan komputer atau bicara di telepon) juga harus dibatasi.
•Tekankan pada aktivitas bukan olahraga. Aktivitas anak anda tidak harus berupa program olahraga yang terstruktur, tujuannya hanya agar mereka tetap bergerak. Aktivitas bermain bebas seperti bermain petak-umpet, tarik tambang atau lompat tali dapat menjadi cara yang jitu untuk membakar kalori dan meningkatkan stamina.
•Temukan aktivitas yang disukai oleh anak . Contohnya, bila anak cenderung berjiwa seni, dapat pergi ke alam untuk jalan-jalan dan mengumpulkan daun dan batu-batuan yang dapat dikoleksi oleh anak-anak. Bila anak suka memanjat, bisa pergi ke mencari tempat bermain disektiar rumah, dimana anak-anak dapat melewatkan waktu dengan memanjat alat permainan atau tembok. Bila anak suka membaca, anda bisa mengajaknya jalan kaki atau naik sepeda ke perpustakaan disekitar rumah.
•Buat aktivitas yang bervariasi. Biarkan anak-anak secara bergantian memilih aktivitas apa yang akan mereka lakukan hari atau minggu ini. Latihan memukul, boling, dan renang, semua ikut dihitung. Yang penting anda melakukan suatu aktivitas.

Pencegahan

•memberikan contoh yang baik dengan cara memperhatikan makanan yang dimakan sehingga dapat tetap konsisten menjaga berat badan ideal
•aktif dan mengundang anak untuk bergabung menjalankan kebiasaan yang sehat bersama-sama.
•harus menyadari, bahwa tekanan yang terlalu besar pada kebiasaan makan dan berat badan anak dapat memberi efek terbalik dimana si anak makan terlalu banyak, atau mungkin membuat mereka rawan terjangkit kelainan pada pola makan.
•tidak perlu menjadi terlalu kritis, hanya perlu menekankan pada apa yang baik, seperti senangnya bisa bermain di luar rumah, berbagai variasi buah segar.
•tekankan keuntungan dari banyak beraktivitas selain dari membantu mereka untuk menjaga berat badan, contohnya, banyak bergerak membuat jantung, paru-paru dan otot-otot lain menjadi lebih kuat.

BULIMIA

BULIMIA (NERVESA)


 DEFINISI
Bulimia nervosa adalah suatu kelainan yang ditandai dengan:
* Episode berulang dari binge (makan dalam jumlah yang banyak), yang diikuti dengan memuntahkannya (baik dirangsang oleh penderita sendiri maupun dengan obat pencahar, diuretik (peluruh kemih) atau keduanya)
* Diet yang sangat ketat
* Olah raga yang berlebihan untuk mengatasi efek dari binge

Sebagian besar penderitanya adalah wanita,yang sangat peduli akan bentuk tubuh dan berat badan dan termasuk golongan sosial-ekonomi menengah ke atas.

 PENYEBAB
Faktor-faktor yang diduga berperan dalam terjadinya bulimia nervosa adalah :

* Masalah keluarga
* Perilaku maladaptif
* Pertentangan identitas diri
* Budaya yang terlalu menitikberatkan kepada penampilan fisik

 GEJALA
Binge merupakan suatu keadaan dimana ketika kehilangan kendali. Binge seringkali diikuti dengan muntah, diet yang ketat dan olah raga yang berlebihan. Jumlah makanan yang dimakan selama binge, bisa sangat banyak . Stres emosional seringkali memicu terjadinya binge, yang biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Bulimia mencerminkan kekhawatiran akan kegemukan (obesitas) dan beberapa penderitanya mengalami obesitas, tetapi berat badan mereka cenderung turun-naik di sekitar berat badan normal. Perangsangan muntah (dengan memasukkan tangan/benda ke dalam tenggorokan) yang bisa menyebabkan :

* Pengikisan email gigi
* Pembengkakan kelenjar ludah di pipi (kelenjar parotis)
* Peradangan kerongkongan

Muntah bisa menyebabkan berkurangnya kadar kalium dalam darah, sehingga terjadi gangguan jantung. Penderita cenderung lebih waspada dan merasa sangat menyesal atau merasa bersalah akan perilakunya. Mereka menyadari kelainan tersebut dan menemui dokter untuk berobat. Biasanya penderita masih bisa bersosialisasi. Mereka juga cenderung memiliki perilaku impulsif, menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan serta jelas-jelas mengalami depresi.

 PENGOBATAN

Terdapat 2 pendekatan yang dilakukan untuk mengobati bulimia:

1. Terapi psikis (psikoterapi)
2. Obat-obatan. obat anti-depresi seringkali bisa membantu mengendalikan bulimia, meskipun penderita tidak tampak depresi. tetapi bulimia akan kambuh kembali jika pemakaian obat dihentikan.

Arti sahabat buat kita…

Arti sahabat buat kita…

Sahabat adalah orang yang selalu ada disaat kita butuh atau tidak danorang yang bisa diajak curhat tentang kita. Seorang sahabat sejati sulit sekali untuk kita cari atau kita jumpai, karena mencari sabat sejati itu memang bener-bener sangat sulit.
Sahabat adalah seseorang yang kalau kita lagi sedih ia bisa membuat kita tersenyum sementara ketika kita senang dia akan lebih merasa senang dari kita. Ia menjadi orang penting yang memberi warna dalam kehidupan kita.

Sahabat itu teman curhat, nggak ada istialh stress ketika dirundung masalah, seberat apapun masalah itu kalau kita punya sahabat. Dalam hal ini sahabat bisa menjadi tempat berbagi cerita, teman curhat, yang nyaman. Kita bisa ngungkapin semua perasaan kita selain kepada keluarga atau pacar yaitu kepada sahabat kita. Tapi bukan berarti setiap masalah harus lari ke sahabat, yang paling baik dan utama adalah dengan menyelesaikannya dengan sendiri, baru ke keluarga terus orang terdekat yaitu sahabat dan tidak lupa minta kepada yang di atas.
Sahabat itu cermin bagi diri kita,sahabat itu seperti tubuh, bila tubuh kita salah satu sakit, maka yang lain akan merasa sakit. Sahabat juga dapat memotivasi untuk diri kita dan dapat saling membantu satu sama lain.

ANAK INDIGO

ANAK INDIGO

Identik dengan warna indigo adalah warna yang dominan dari warna aura (warna biru-merah). Warna Indigo menunjukkan cakra mata ketiga, pusat aktivitas dari enerji psychic, yang terbuka pada anak-anak Indigo. Anak-anak Indigo memahami perbedaan yang sangat tipis antara dunia kasat dan dunia spiritual, dan mereka memiliki kemampuan untuk mengakses informasi, yang orang lain tidak mampu.

Definisi anak indigo adalah anak yang menunjukkan seperangkat atribut psikologis baru dan luar biasa, serta menunjukkan sebuah pola perilaku yang pada umumnya tidak didokumentasikan sebelumnya. Pola ini memiliki faktor-faktor unik yang umum, yang mengisyaratkan agar orang-orang yang berinteraksi dengan mereka (para orangtua, khususnya) mengubah perlakuan dan pengasuhan terhadap mereka guna mencapai keseimbangan. Mengabaikan pola-pola baru ini akan kemungkinan besar berarti menciptakan ketidakseimbangan dan frustasi dalam benak dari kehidupan baru yang berharga ini.
Anak-anak yang teridentifikasi indigo terdapat adanya karakteristik yang unik, mereka cerdas dan kreatif, namun bersifat sulit diatur pada kekuasaan dan sistem secara umum. Mereka sering disalahdiagnosa sebagai ADD (Attention Deficit Disorder = atau Gangguan Kekurangan Perhatian) atau ADHD (Attention Deficit Hyperaktive Disorder = Gangguan Hiperaktif Kekurangan Perhatian) yang membutuhkan terapi untuk mengatasi sifatnya.

Secara fisik dan emosional mereka sangat sensitif. Mereka juga sangat perhatian dan empati terhadap orang lain, juga beberapa menjadi terlihat tidak berperasaan. Anak Indigo dapat mudah marah dan kasar, mereka membutuhkan keyakinan bahwa dirinya diterima dan memerlukan konseling. Indigo juga mempunyai rasa depresi di usia muda jika mereka merasa tidak mengapa mereka dilahirkan atau merasa tidak mempu berbuat apa-apa untuk memperbaiki dunia.

Karakteristik Anak Indigo :

1. Mempunyai kesadaran diri yg tinggi, terhubung dengan sumber (Tuhan).
2. Mengerti jika dirinya layak untuk berada di dunia.
3. Mempunyai pengertian yang jelas akan dirinya.
4. Tidak nyaman dengan disiplin dan cara yang otoriter tanpa alasan yang jelas.
5. Menolak mengikuti aturan atau petunjuk.
6. Tidak sabaran dan tidak suka bila harus menunggu.
7. Frustasi dengan sistem yang sifatnya ritual dan tidak kreatif.
8. Mereka punya cara yg lebih baik dlm menyelesaikan masalah.
9. Sebagian besar adalah orang yg menimbulkan rasa tidak nyaman.
10. Tidak bisa menerima hukuman yang tanpa alasan, selalu ingin alasan yang jelas.
11. Mudah bosan dengan tugas yg diberikan.
12. Kreatif.
13. Mudah teralihkan perhatiannya, bisa mengerjakan banyak hal bersamaan.
14. Menunjukan intuisi yang kuat.
15. Punya empati yang kuat terhadap sesama, atau tidak punya empati sama sekali.
16. Sangat berbakat dan rata-rata sangat pintar.
17. Saat kecil sering diidentifikasi menderita ADD / ADHD (Atenttion Defisit Disorder = susah konsentrasi) / ADHD (Attention Defisit and Hyperactive Disorder = hiperaktif).
18. Mempunyai visi dan cita-cita yang kuat.
19. Pandangan mata mereka terlihat, bijaksana, mendalam dan tua.
20. Mempunyai kesadaran spiritual atau mempunyai kemampuan psikis.
21. Mengekspresikan kemarahan dan mempunyai masalah dengan menahan amarah.
22. Membutuhkan dukungan untuk menemukan diri mereka.
23. Berada di dunia untuk merubah dunia, untuk membantu kita hidup dalam keharmonisan dan damai antara yg satu dengan yg lain dan meningkatkan getaran planet.
Adapun Karakteristik Indigo Dewasa
1. Mereka pintar walaupun tidak selalu berada ditingkatan paling atas.
2. Kreatif dan sangat menikmati menciptakan sesuatu.
3. Selalu ingin tahu kenapa, khususnya jika mereka disuruh melakukan sesuatu.
4. Muak akan pekerjaan yang banyak dan berulang-ulang di sekolah.
5. Pemberontak di sekolah, menolak mengerjakan tugas dll. atau ingin memberontak tapi tidak berani karena ada tekanan dari orang tua.
6. Punya masalah dengan keberadaan, seperti tidak diterima, atau terasing. Biasanya menimbulkan perasaan ingin bunuh diri, tapi tidak benar-benar melakukannnya.
7. Punya masalaha dengan amarah.
8. Tidak nyaman dengan politik karena merasa suara mereka tidak dihitung, dan tidak peduli dengan hasil yang keluar.
9. Frustasi dengan budaya Amerika tradisional.
10. Tidak terima bila hak-hak mereka diambil atau diinjak-injak.
11. Punya hasrat yang membara untuk merubah dunia, tapi kesulitan menemukan jalurnya.
12. Mempunyai ketertarikan akan hal spiritual dan kemampuan psikis saat usia muda.
13. Punya beberapa "Role model" Indigo.
14. Punya intuisi yang kuat.
15. Punya sifat atau jalan pikir yang tidak biasa, sulit fokus pada tugas, atau meloncat-loncat di tengah pembicaraan.
16. Pernah mengalami pengalaman spiritual, psikis dll.
17. Sensitif terhadap yg berhubungan dgn listrik.
18. Mempunyai kesadaran akan dimensi lain.
19. Secara seksual sangat ekspresif atau malah menolak seksualitas aga bisa mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi.
20. Mencari arti hidup mereka dan mengerti tentang dunia, mereka bisa mencarinya dengan melalui agama, buku dll.
21. Waktu mereka merasa diri mereka seimbang, mereka akan menjadi kuat, sehat, dan individu yang bahagia.

Daftar pustaka
- Buku The Indigo Children, Anak-anak Baru Itu Telah Datang oleh Lee Carrol & Ja Tober
- Buku 17 Emosi Negatif Anak Indigo, Terapi Mental da Perilaku oleh Wayne Dosick, Ph.D & Ellen Kaufman Dosick, MSW
http://www.indigoindonesia.com/

PHOBIA

PHOBIA (Ketakutan Yang Berlebihan)

Definisi

Phobia adalah ketakutan yang berlebih-lebihan terhadap benda-benda atau situasi-situasi tertentu yang seringkali tidak beralasan dan tidak berdasar pada kenyataan.
Phobia dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Pada umumnya phobia disebabkan karena pernah mengalami ketakutan yang hebat atau pengalaman pribadi yang disertai perasaan malu atau bersalah yang semuanya kemudian ditekan kedalam alam bawah sadar. Peristiwa traumatis di masa kecil dianggap sebagai salah satu kemungkinan penyebab terjadinya phobia.

Martin Seligman di dalam teorinya yang dikenal dengan istilah biological preparedness mengatakan ketakutan yang menjangkiti tergantung dari relevansinya sang stimulus terhadap nenek moyang atau sejarah evolusi manusia, atau dengan kata lain ketakutan tersebut disebabkan oleh faktor keturunan. Misalnya, mereka yang takut kepada beruang, nenek moyangnya pada waktu masih hidup di dalam gua, pernah diterkam dan hampir dimakan beruang, tapi selamat, sehingga dapat menghasilkan kita sebagai keturunannya. Seligman berkata bahwa kita sudah disiapkan oleh sejarah evolusi kita untuk takut terhadap sesuatu yang dapat mengancam survival kita.
Pada kasus phobia yang lebih parah, gejala anxiety neurosa menyertai penderita tersebut. Si penderita akan terus menerus dalam keadaan phobia walaupun tidak ada rangsangan yang spesifik. Selalu ada saja yang membuat phobia-nya timbul kembali, misalnya thanatophobia (takut mati), dll.
Walaupun ada ratusan macam phobia tetapi pada dasarnya phobia-phobia tersebut merupakan bagian dari 3 jenis phobia, yang menurut buku DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual for Mental Disorder IV) ketiga jenis phobia itu adalah:

1.Specific phobia
2.Social phobia
3.Agoraphobia - takut kepada tempat terbuka (Claustrophobia - takut kepada tempat tertutup, masuk ke dalam specific phobia)

Ada beberapa teknik Untuk penyembuhan phobia:

1.Hypnotheraphy: Penderita phobia diberi sugesti-sugesti untuk menghilangkan phobia.
2.Flooding: Exposure Treatment yang ekstrim. Si penderita phobia yang ngeri kepada anjing (cynophobia), dimasukkan ke dalam ruangan dengan beberapa ekor anjing jinak, sampai ia tidak ketakutan lagi.
3.Abreaksi: Si penderita phobia disuruh membayangkan stimulus yang ditakuti kemudian disuruh membayangkan reaksinya jika stimulusnya ada. Setelah itu dimotivasi untuk menghadapi stimulus yang ditakuti tersebut pada saat ini / sekarang.
4.Desentisisasi Sistematis: Si penderita phobia disuruh rileks sampai serileks-rileksnya dan memejamkan mata. Terapis menghadirkan stimulus takut / cemas dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi secara bertahap dan pelan-pelan. Dalam menghadirkan stimulus dapat secara imajiner ataupun secara langsung.
5.Reframing: Penderita phobia disuruh membayangkan kembali menuju masa lampau dimana permulaannya si penderita mengalami phobia, ditempat itu dibentuk suatu manusia baru yang tidak takut lagi pada phobia-nya.

Macam-macam Phobia:

•Acerbophobia: Ketakutan pada asam.
•Acousticophobia: Ketakutan pada suara.
•Acrophobia / Hypsophobia: Ketakutan pada tempat yang tinggi.
•Aerophobia / Anemophobia: Ketakutan serta panik apabila kulit mereka terkena aliran udara.
•Agoraphobia / Kenophobia: Ketakutan pada ruang yang kosong atau terbuka.
•Agyophobia: Ketakutan akan jalan yang ramai dan cenderung takut untuk menyeberang.
•Allodoxaphobia: Takut pada pendapat.
•Amatophobia: Ketakutan pada debu.
•Amaxophobia: Ketakutan berkendaraan.
•Amychophobia: Ketakutan apabila dirinya disiksa atau mengalami luka / kecelakaan.
•Androphobia: Androphobia dijumpai pada wanita, yaitu ketakutan pada laki-laki.
•Anemophobia: Takut pada pergerakan udara atau angin.
•Anthophobia: Ketakutan terhadap bunga.
•Anthrophobia / Sociophobia: Ketakutan pada masyarakat atau orang secara umum.
•Antlophobia: Ketakutan pada sungai, banjir atau air yang mengalir.
•Apeirophobia: Ketakutan pada hal-hal yang tak terbatas, misalnya: sumur, langit, laut, dll.
•Apiphobia / Melissophobia: Ketakutan pada binatang yang menyengat.
•Arachnephobia: Ketakutan pada laba-laba.
•Asthenophobia: Ketakutan menjadi lemah.
•Astrophobia: Ketakutan pada langit dan angkasa.
•Ataxophobia: Takut pada kekacauan atau ketidakrapian.
•Atephobia: Takut tinggal di pegunungan atau dirumah bertingkat karena dibayangi oleh ketakutan akan reruntuhan.
•Auroraphobia: Ketakutan pada aurora atau cahaya utara, yaitu suatu fenomena alam yang hanya tampak di daerah belahan utara bumi.
•Automanophobia: Takut pada suara perut, makhluk animasi, patung lilin, segala sesuatu yang secara salah merepresentasikan makhluk yang memiliki persepsi.
•Autophobia: Ketakutan pada diri sendiri.
•Bacilliophobia / Microphobia: Ketakutan akan baksil atau kuman.
•Ballistophobia: Ketakutan terhadap proyektil, misalnya peluru kendali, roket, mortir atau meriam.
•Basophobia / Stasiphobia: Ketakutan untuk berdiri tegak atau ketakutan untuk berjalan.
•Bathophobia: Ketakutan akan kedalaman atau obyek yang lebih tinggi, misalnya gedung pencakar langit atau tebing yang curam.
•Belonephobia / Aichmophobia: Ketakutan pada benda-benda yang tajam.
•Bibliophobia: Ketakutan bila melihat buku.
•Botophobia: Ketakutan pada ruang atau kamar dibawah tanah.
•Bromhidrophobia: Ketakutan bila dirinya mengeluarkan bau badan atau takut kepada bau badan orang lain.
•Brontophobia: Ketakutan akan suara halilintar.
•Bufonophobia: Takut pada katak.
•Cancerphobia: Ketakutan akan akan penyakit kanker.
•Cheimaphobia / Psycrophobia: Ketakutan bila kedinginan.
•Chermatophobia: Ketakutan terhadap uang.
•Chromatophobia: Ketakutan akan warna-warna tertentu, misalnya ketakutan akan warna merah (erythrophobia). Phobia terhadap warna hitam lebih sering dihubungkan dengan phobia terhadap kegelapan (noctiphobia).
•Chronophobia: Ketakutan pada suara jam berdentang.
•Cibophobia: Takut makan karena takut menjadi sakit akibat kuman yang ada dalam makanan.
•Claustrophobia: Ketakutan berada dalam ruangan sempit.
•Cleithrophobia: Ketakutan apabila terkunci didalam suatu ruangan.
•Clinicophobia: Ketakutan untuk ke dokter atau berobat.
•Cremnophobia: Ketakutan berada di tebing yang curam.
•Coitophobia: Ketakutan untuk melakukan persetubuhan dengan lawan jenis.
•Coprophobia / Mysophobia / Tocophobia: Takut terhadap kotoran.
•Crystallophobia / Hyalophobia: Ketakutan terhadap benda-benda yang terbuat dari gelas.
•Cynophobia: Ketakutan terhadap anjing.
•Demonophobia / Ghostphobia: Ketakutan akan setan-setan.
•Diabetophobia: Takut terhadap penyakit diabetes / kencing manis.
•Domatophobia / Oikophobia: Ketakutan yang terjadi bila berada didalam rumah.
•Doraphobia: Ketakutan yang terjadi bila menjamah bulu binatang.
•Dromophobia: Ketakutan untuk mengembara.
•Dysmorphophobia / Teratophobia: Takut pada orang cacat.
•Electrophobia: Ketakutan terhadap listrik.
•Electrophobia: Ketakutan terhadap listrik.
•Entomophobia / Melissophobia: Ketakutan pada serangga.
•Ereutophobia: Ketakutan akan rasa malu.
•Ergophobia: Takut bekerja.
•Erotophobia: Takut akan cinta sexuil.
•Eurotophobia: Takut pada alat kelamin wanita.
•Galeophobia / Ailurophobia / Gatophobia: Takut akan kucing.
•Gamaphobia: Takut akan perkawinan.
•Genophobia: Takut sakit demam panas.
•Gephyrophobia / Gephydrophobia / Gephysrophobia: Takut menyeberang jembatan.
•Gerontophobia: Ketakutan terhadap usia tua.
•Graphophobia: Ketakutan bila melihat tulisan.
•Gynaephobia: Perasaan takut kepada wanita.
•Hadephobia: Takut akan neraka.
•Hamartophobia: Takut akan dosa dan kesalahan.
•Hapephobia: Ketakutan terhadap sentuhan fisik.
•Hellenologophobia: Takut pada istilah atau terminologi ilmiah rumit dari bahasa Yunani.
•Hierophobia: Ketakutan akan barang-barang suci.
•Hematophobia: Ketakutan melihat darah.
•Heliophobia: Ketakutan bila melihat atau terkena sinar matahari.
•Hodophobia: Takut bepergian.
•Homichlophobia: Ketakutan pada kabut.
•Homophobia: Ketakutan pada orang-orang homo seks.
•Hormephobia: Takut pada suatu kejutan.
•Hydrophobia / Iyssophobia: Takut pada air.
•Hygrophobia: Ketakutan pada tempat yang lembab.
•Hylophobia: Ketakutan terhadap hutan.
•Hypengyophobia: Ketakutan terhadap tanggung jawab.
•Hypnophobia: Ketakutan untuk tidur.
•Ichtyophobia: Ketakutan terhadap ikan.
•Ideophobia: Ketakutan akan ide-ide.
•Iophobia: Ketakutan bila melihat racun.
•Kakorhaphiophobia: Takut akan kegagalan.
•Kathisophobia: Takut duduk.
•Kinesophobia: Takut melihat gerakan-gerakan.
•Kleptophobia / Harpaxophobia: Takut pada pencuri atau perampok.
•Linonophobia: Takut akan benang, tali atau senar.
•Lygophobia: Takut berada di tempat gelap.
•Lyssophobia: Takut bila menjadi gila.
•Mastigophobia: Takut pada hukuman.
•Merinthophobia: Ketakutan bila diikat.
•Metallophobia: Ketakutan terhadap benda-benda logam.
•Misophobia: Takut terkena kotoran atau kuman.
•Monophobia: Takut bila ditinggal seorang diri.
•Myctophobia: Takut akan apa-apa yang gelap.
•Mythophobia: Takut untuk tertipu.
•Necrophobia: Takut terhadap orang mati atau mayat.
•Neophobia / Kainophobia: Takut pada segala sesuatu yang baru.
•Nyctophobia: Takut gelap atau malam.
•Obesitophobia: Ketakutan untuk menjadi gemuk.
•Octophobia: Takut pada angka 8.
•Odontophobia: Takut pada gigi binatang.
•Ombrophobia: Takut pada hujan.
•Onemophobia / Phronemophobia: Takut untuk berpikir.
•Onomatophobia: Takut mendengar suatu nama tertentu.
•Ophidiophobia: Takut akan ular atau binatang melata.
•Ophthalmophobia / Scopophobia: Takut dilihat oleh orang lain.
•Oneirophobia: Takut pada mimpi.
•Ornithophobia: Takut pada burung.
•Papyrophobia: Takut pada kertas.
•Paraphobia: Takut pada penyimpangan seksual.
•Pathophobia / Nosophobia: Takut akan penyakit.
•Peccatiphobia: Takut berbuat dosa.
•Pedagogiephobia: Takut pada suatu pendidikan.
•Pediculophobia: Takut pada binatang kutu.
•Pedophobia: Takut berjumpa dengan anak-anak.
•Pengophobia: Takut pada siang hari.
•Pharmacophobia / Hydrargyrophobia: Takut terhadap berbagai macam obat-obatan.
•Photophobia: Takut akan sinar atau cahaya.
•Phobophobia: Takut pada phobia.
•Phonophobia: Takut pada bunyi atau suara (termasuk suaranya sendiri).
•Pnygophobia: Ketakutan akan bayangan kematian tidak dapat bernapas atau tercekik.
•Pyrexeophobia / Febriphobia: Takut pada panas.
•Pyrophobia: Takut terhadap api.
•Rhabdophobia: Takut dipukul.
•Rodentiophobia: Takut terhadap tikus.
•Scatophobia: Takut pada kotoran atau tinja.
•Scelerophobia: Takut pada orang-orang jahat / perampok.
•Selaphobia: Takut pada kilat.
•Siderodromophobia: Takut pada kereta api, rel atau perjalanan dengan menggunakan kereta api.
•Social Phobia: Takut dinilai secara negatif dalam situasi-situasi sosial.
•Sociophobia / Ochlophobia / Polyphobia: Ketakutan akan sekumpulan orang.
•Surgerophobia: Ketakutan untuk menjalani suatu operasi.
•Taphephobia: Ketakutan apabila dikubur hidup-hidup.
•Telephonophobia: Takut pada telepon.
•Teratophobia: Ketakutan akan melahirkan anak cacat atau anak yang menyerupai monster.
•Thalassophobia: Ketakutan terhadap lautan.
•Thanatophobia / Thantophobia: Takut pada kematian.
•Theophobia: Ketakutan terhadap Tuhan.
•Tocophobia / Maieusiophobia: Takut bila melihat kelahiran bayi.
•Toxicophobia: Takut akan diracun.
•Trichophobia: Ketakutan pada rambut atau bulu.
•Triskaidekaphobia: Ketakutan pada bilangan 13.
•Ufophobia: Ketakutan akan munculnya makhluk angkasa luar.
•Vaccinophobia: Takut di suntik.
•Verminophobia: Takut pada kuman.
•Vermiphobia / Helminthophobia: Takut pada cacing.
•Xenophobia: Ketakutan pada orang asing atau orang dari negara asing.
•Zoophobia: Takut pada binatang.

Senin, 23 November 2009

sopan santun dan makna sopan santun

Pertanyaan
1.Seberapa penting sopan santun menurut anada?

2.Makna sopan santun bagi anda dan orang lain?

Jawaban

1.Sopan santun adalah suatu tindakan atau perkataan yang bertujuan untuk saling menghormati orang lain dan bagi saya sopan santun sangat penting.

2.Makna sopan santun adalah dapat mencerminkan kepribadian diri kita terhadap orang lain dan dapat menimbulkan rasa menghargai,menghormati orang lain dalam berperilaku di lingkungan sekitar atau lingkungan luar.

Retardasi Mental

Retardasi Mental (Keterbelakangan Mental)

Retardasi Mental (RM) adalah suatu keadaan yang ditandai dengan fungsi kecerdasan umum yang berada dibawah rata-rata disertai dengan berkurangnya kemampuan untuk menyesuaikan diri (berperilaku adaptif) yang timbul sebelum usia 18 tahun. RM disebut juga oligofrenia (oligo=kurang atau sedikit dan fren=jiwa) atau Tuna Mental.RM merupakan hasil dari proses Patologik di dalam otak yang memberikan gambaran keterbatasan tehadap intelektualitas. Pada pemeriksaan fisik RM ditemukan berebagai macam perubahan bentuk,misalnya bentuk kepala mikrosefali,hidrosefali dan sindrom down,dan wajah pada RM sangat mudah dikenali seperti hipertelorisme,lidah yang menjulur keluar,gangguan pertumbuhan gigi dan ekspresi wajah tampak tumpul.

• Tingkatan RM dibagi menjadi beberapa kelompok

1.RM Ringan
IQ sekitar 50-55 samapai 70. Pada umumnya anak RM ringan ini tidak dapat dikenali sampai anak tersebut menginjak tingkat pertama atau kedua disekolah.

2.RM Sedang
IQ sekitar 35-40 sampai 50-55. Mereka dapat berbicara dan belajar berkomunikasi tapi kesadaran social kurang.

3.RM Berat
IQ sekitar 20-25 sampai 35-40. Sulit dalam berbicara,tidak memiliki kemampuan.

4.RM Sangat Berat
IQ sekitar 19 atau kurang. Memiliki beberapa koordinasi otot,tidak dapat berjalan.

Penyebab kelainan RM adalah factor keturunan (genetic)atau RM primer,sedangkan RM sekunder disebabkan oleh factor luar yang berpengaruh pada otak bayi dalam kandungan.

•Beberapa penyebab RM yaitu

 Infeksi atau Intoksikasi
Yaitu kerusakan jaringan otak akibat infeksi.

 Rudapaksa atau fisik lain
Yaitu trauma sebelum lahir,seperti sinar x,melakukan abortus,pemakaian alcohol.

 Gangguan metaboloisme, Pertumbuhan atau Gizi
Yaitu gangguan pada karbohidrat ,protein,metabolism lemak,dll.

 Kelaianan genetic dan metabolic yang diturunkan
Yaitu seperti galaktosemia.penyakit tay-sachs,fenilketonuria,sindroma hunter.

 Penyakit otak
Yaitu RM akibat Neoplasma,dimana sel otak dapat bersifat degenerative,infiltrative,radang,sklerotik&reparative,dll.

 Gangguan jiwa berat

 Prematuritas dan kehamilan wanita di atas 40 tahun.

• Pengobatan
Pengobatan yang utama adalah mengembangkan potensi anak semaksimal mungkin,diberikan pendidikan khusus dan pelatihan khusus.

• Pencegahan

 Konsultasi genetic

 Vaksinasi MMR

 Amniosentesis

 USG

Selasa, 27 Oktober 2009

Pengertian Allport dan Rogers dalam membahas manusia

1. Jelaskan pendapat Allport dalam membahas manusia?
2. Jelaskan perkembangan propium sebagai dasar perkembangan kepribadian yang sehat?
3. Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri kepribadian yang matang menurut Allport?
4. Jelaskan perkembangan kepribadian (self) menurut Rogers?
5. Peranan positif Regards dalam kepribadian individu menurut Rogers?
6. Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri orang yang berfungsi sepenuhnya?
JAWABAN

1. Menurut Allport kepribadian manusia adalah asli. Individu lebih merupakan makhluk masa kini dari pada makhluk masa lampau. Allport mempelajari individu yang normal dan dengan demikian mengembangkan suatu teori yang hampir seluruhnya mengenai kepribadian sehat. Allport mengemukakan teori tentang jurang antara kepibadian neurotis dan kepribadian sehat antara masa dewasa dan masa kanak-kanak. Menurut Allport manusia yang hidup dan aktif membutuhkan kehidupan yang beraneka ragam,mereka tidak puas dengan kegiatan yang rutin. Kita semua mengenal orang-orang yang berspekulasi dan memilih kesempatan-kesempatan,yang secara aktif mencari perangsang dan tantangan dalam kehidupan mereka.
Dalam teorinya Allport, antisipasi-antisipasi adalah penting dalam membantu untuk menentukan siapa dan apakah kita ini,dalam membentuk identitas diri kita sendiri. Mereka mengetahui diri mereka dan menerima keterbatasan-keterbatasan mereka dan tidak terpukul oleh keterbatasan itu. Sudah jelas bahwa sehat memiliki suatu gambaran diri dan identitas diri yang kuat,merasakan suatu perasaan harga diri,dapat memberi cinta secara terbuka dan tanpa syarat,merasa aman secara emosional,dan memiliki tujuan-tujuan serta suatu perasaan akan maksud yang memberi arti dan arah kepada kehidupan.
Dalam bukunya Scientific models and human morals (1947) Allport mengemukakan bahwa dengan memakai model mesin,hewan,anak-anak,tidak didapatkan dasar yang cukup kuat untuk menyusun teori yang bermanfaat mengenai tingkah laku manusia. Dapat pula di catat bahwa sikap individualitas tingkah laku manusia menimbulkan pesimisme terhadap kemungkinan yang terdapat dalam metode dan teori psikologi untuk menerangi keajaiban tingkah laku manusia.
2. Proprium atau propiate adalah sesuatu yang dimiliki seseorang yang unik bagi seseorang. Contohnya,”saya sebagaimana dirasakan dan diketahui individu yang sehat”.
Perkembangan propium
Propium berkembang dari masa bayi sampai masa adolensi melalui tujuh tingkat “diri”,yaitu:diri jasmaniah,identitas diri,harga diri,perluasan diri,gambaran diri,diri sebagai rasional,dan perjuangan diri. Tujuh propium ini berkembang dari masa bayi sampai masa adolensi. Suatu kegagalan yang hebat pada setiap tingkat melumpuhkan integrasi harmonis dalam propium. Pengalaman pada masa kanak-kanak sangat penting dalam perkembangan kepribadian sehat.
- Diri jasmaniah
Kira-kira pada usia 15 bulan,inilah tingkat pertama perkembangan propium. Bayi tidak dapat membedakan antara diri (“saya”) dan dunia sekitarnya,maka berkembanglah suatu perbedaan yang kabur antara sesuatu yang ada “dalam saya” dan hal-hal lain “di luarnya”. Perasaan diri bukan merupakan bagian dari warisan keturunan kita.
- Identitas diri
Allport berpendapat bahwa segi yang penting dalam identitas diri adalah nama orang. Anak mempelajari namanya,menyadari bahwa perasaan tentang “saya” atau “diri” tetap bertahan dalam menghadapi pengalaman yg berubah-ubah. Nama itu menjdi lambang kehidupan seseorang untuk mengenalkan dirinya terhadap orang lain. Apabila ia menjadi terkenal maka namalah yang terkenal sebelumnya,karena nama menjadi lambang dari kehidupan seseorang yang mengenal dirinya.
- Harga diri
Hal ini menyangkut perasaan bangga dari anak sebagai suatu hasil atas usahanya sendiri. Anak ingin belajar membuat benda-benda,menyelidiki dan memuaskan perasaan ingin tahunya tentang lingkungan,memanipulasi dan mengubah lingkungan itu. Inti dari munculnya harga diri ialah kebutuhan anak akan otonomi.
- Perluasan diri (self extension)
Mulai usia sekitar 4 tahun,anak mulai menyadari orang-orang lain dan benda-benda dalam lingkungannya dan fakta bahwa beberapa di antaranya adalah milik anak tersebut. Hal ini adalah permulaan dari kemampuan orang untuk memperpanjang dan memperluas dirinya, untuk memasukkan tidak hanya benda tetapi juga abstraksi, nilai dan kepercayaan.
- Gambaran diri
Hal ini menunjukkan bagaimana anak melihat dirinya dan pendapatnya tentang dirinya. Lewat pujian dan hukuman,anak belajar bahwa orang tuanya ingin agar anaknya bertingkah laku baik sesuai keinginannya. Dengan mempelajari harapan orang tua anak dapat mengembangkan rasa tanggung jawab moral serta untuk perumusan tentang tujuan dan intensi.
- Diri sebagai perilaku rasional
Setelah anak mulai sekolah,diri sebagai pelaku rasional mulai timbul. Anak belajar bahwa ia dapat memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan proses-proses yang logis dan rasional.
- Perjuangan propium (propiate Striving)
Allport percaya bahwa masa adolensi merupakan suatu masa yang sangat menentukan. Pertanyaan “siapakah saya” adalah sangat penting untuk pencarian identitas diri dan tujuan hidup. Intensi,aspirasi,dan harapan orang itu akan mendorong kepribadian yang matang.
Allport mengemukakan hendaknya semua fungsi self atau ego itu disebut fungsi propium (propiate function) dari pada kepribadian. Fungsi-fungsi ini (termasuk kesadaran jasmani, self identity, self esteem, self extention, rational thinking, self image, propiate striving dan fungsi mengenal) semuanya adalah bagian-bagian vital daripada kepribadian. Propium itu tidak dibawa sejak lahir tetapi berkembang di dalam perkembangan individu.
3. Allport tidak percaya bahwa orang-orang yang matang dan sehat dikontrol dan dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tidak sadar , kekuatan yang tidak dapat dilihat dan dipengaruhi. Kepribadian yang matang tidak dikontrol oleh trauma dan konflik pada masa kanak-kanak.
KRITERIA KEPRIBADIAN YANG MATANG:
Ada tujuh pandangan-pandangan menurut Allport tentang sifat - sifat khusus dari kepribadian sehat.
· Perluasan Perasaan Diri
Ketika diri berkembang, maka diri itu meluas menjangkau banyak orang dan benda. Artinya seseorang mulai berinteraksi baik dengan orang-orang yang berada disekitarnya. Dengan kata lain, ketika orang menjadi matang,dia mengembangkan perhatian-perhatian di luar dirinya. Akan tetapi tidak cukup hanya berinteraksi dengan sesuatu atau seseorang di luar dirinya, seperti pekerjaan. Orang harus menjadi partisipan yang langsung dan penuh. Allport menamakan hal ini “partisipasi otentik yang dilakukan oleh orang dalam beberapa suasana yang penting dari usaha manusia. Orang harus meluaskan diri ke dalam akivitas. Dalam pandangan Allport,suatu aktivitas harus “relevan” dan penting bagi dirinya. Apabila kita mengerjakan sesuatu pekerjaan karena kita yakin bahwa jurusan psikologi itu penting, karena jurusan psikologi itu menantang kemampuan kita, atau karena kita merasa merasa senang melakukan aktivitas tersebut, maka kita merupakan seorang partisipan yang otentik dalam pekerjaan itu.
· Hubungan Diri yang Hangat dengan Orang-orang lain
Allport membedakan dua macam kehangatan dalam hubungan dengan orang lain, yaitu: kapasitas untuk keintiman dan kapasitas untuk perasaan terharu.
Orang yang sehat secara psikologis mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap orang tua, anak, partner, teman akrab. Apa yang dihasilkan oleh kapasitas untuk keintiman ini adalah suatu perasaan perluasan diri yang berkembang baik. Syarat lain bagi kapasitas untuk keintiman adalah suatu perasaan identitas diri yang berkembang dengan baik. Cinta dari orang yang sehat adalah tanpa syarat, tidak melumpuhkan atau mengikat satu sama lain.
Bagian kedua adalah, perasaan terharu yang merupakan suatu kondisi dasar manusia dan perasaan kekeluargaan dengan semua individu. Orang yang sehat memiliki kapasitas untuk memahami kesakitan, penderitaan, ketakutan, dan kegagalan yang merupakan ciri kehidupan manusia. Sebagai hasil dari kapasitas untuk perasaan terharu, kepribadian yang matang sabar terhadap tingkah laku orang lain dan tidak mengadili atau menghukumnya.
· Keamanan Emosional
Sifat dari kepribadian sehat ini meliputi beberapa kualitas utama adalah penerimaan diri. Kualitas lain dari keamanan emosional ialah apa yang disebut Allport “sabar terhadap kekecewaan”. Orang-orang yang matang tidak dapat begitu sabar terhadap kekecewaan, tidak dapat begitu menerima diri atau tidak dapat begitu banyak mengontrol emosi mereka, jika mereka tidak merasakan suatu perasaan dasar akan keamanan.
· Persepsi Realistis
Orang-orang yang sehat memandang dunia mereka secara objektif. Sebaliknya orang-orang yang neurotis sering kali harus mengubah realitas agar sesuai dengan keinginan, kebutuhan, dan ketakutan mereka sendiri.
· Keterampilan-keterampilan dan tugas-tugas
Allport menekankan pentingnya dan perlunya menenggelamkan diri sendiri di dalamnya. Kita harus menunjukan kemampuan terhadap keterampilan yang kita miliki. Pekerjaan dan tanggung jawab memberikan arti dan perasaan kontinuitas untuk hidup. Tidak mungkin mencapai kematangan dan kesehatan psikologis yang positif tanpa melakukan pekerjaan yang penting dan melakukannya dengan dedikasi, komitmen, dan keterampilan.

· Pemahaman Diri
Kepribadian sehat mencapai suatu pemahaman diri yang lebih tinggi dari pada orang-orang yang neurotis. Pengenalan diri yang memadai menuntut pemahaman tentang hubungan/perbedaan antara gambaran diri yang dimiliki seseorang dengan dirinya menurut keadaan yang sesungguhnya. Orang yang sehat terbuka pada pendapat orang lain.
· Filsafat Hidup yang Mempersatukan
Allport menyebut dorongan yang mempersatukan ini “arah” (directness) dan lebih kelihatan pada kepribadian yang sehat dari pada orang-orang yang neurotis. Allport menekankan bahwa nilai-nilai (bersama dengan tujuan-tujuan) adalah sangat penting bagi perkembangan suatu filsafat hidup yang mempersatukan. Suara hati juga berperan di dalamnya.
Pada umumnya orang dapat lebih tahu akan apa yang akan/hendak dikerjakan seseorang, kalau dia tahu rencana-rencana yang didasarinya dari pada ingatan-ingatan tertentu. Dalam kenyataannya tidak selalu demikian, banyak orang yang tak mempunyai kematangan/kedewasaan penuh.
Menurut Allport pribadi yang telah dewasa pada pokoknya memiliki hal-hal di bawah ini, yaitu:
< Extention of self
Yaitu hidupnya tidak harus terikat secara sempit kepada kegiatan-kegiatan yang erat hubungannya dengan kebutuhan-kebutuhan serta kewajiban-kewajiban yang langsung. Suatu hal yang penting daripada extention of self itu ialah proyeksi ke masa depan: merencanakan, mengharapkan (planning, hoping).

< Self-Objectification
Ada dua komponen dalam hal ini, yaitu: humor dan insight.
(a) Insight : Ialah kecakapan individu untuk mengerti dirinya.
(b) humor : adalah kecakapan untuk mempertahankan hubungan positif dengan dirinya sendiri dan objek-objek yang disenangi,serta menyadari adanya ketidakselarasan dalam hal ini.

< Filsafat Hidup (Weltanschauung,philosophy of life)
Individu itu harus dapat objektif dan bahkan menikmati kejadian-kejadian dalam hidupnya. Religi merupakan salah satu hal penting dalam hal ini.

4. Perkembangan kepribadian (self) menurut Rogers, manusia yang rasional dan sadar,tidak di control oleh peristiwa masa kanak-kanak,seperti pembiasaan akan kebersihan (toilet training),penyapihan yang lebih cepat,atau pengalaman-pengalaman sebelum waktunya. Dengan toilet training anak akan terbiasa oleh perilaku-perilaku yang akan membentuk kepribadiannya dalam masa yang akan datang. Rogers percaya bahwa orang-orang dibimbing oleh persepsi sadar mereka sendiri tentang diri mereka,harus menjadi makhluk yang sadar dan rasional. Artinya individu dituntut untuk menjadi makhluk yang memiliki segala kelebihan dan kekurangan,tetapi ia harus sadar akan hal tersebut karena hal tersebut terdapat di dalam dirinya. Dengan berpikir rasional individu akan sadar akan kesalahannya,ia akan berpikir jauh sebelum melakukan sesuatu,memikirkan mayang-matang sebab akibat yang akan ia terima nanti. Pemikiran rasional merupakan pemikiran berdasarkan logika atau akal sehat.
Rogers percaya bahwa orang-orang dibimbing oleh persepsi sadar mereka sendiri tentang diri mereka dan dunia sekitar mereka bukan oleh kekuatan-kekuatan tak sadar yang tidak dapat mereka kontrol.Menurut Rogers,pengalaman-pengalaman masa lampau dapat mempengaruhi cara bagaimana kita memandang masa sekarang yang pada gilirannya mempengaruhi kesehatan psikologis. Pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak adalah penting,tetapi fokus pada apa yang terjadi dengan kita sekarang, bukan pada apa yang terjadi waktu itu.Rogers mempertahankan bahwa kepribadian harus diperiksa dan dipahami melalui segi pandangan pribadi klien,pengalaman-pengalaman subjektifitasnya sendiri.

5. Positive regards, suatu kebutuhan yang memaksa dan merembes,dimiliki semua orang; setiap anak terdorong untuk mencari positive regards.Cara-cara khusus bagaimana diri itu berkembang dan apakah dia akan menjadi sehat atau tidak tergantung pada cinta yang diterima anak itu pada masa kecil. Pada waktu diri itu mulai berkembang,anak itu juga belajar membutuhkan cinta. Rogers menyebut kebutuhan ini “penghargaan positif” (positive regards). Anak puas kalau dia menerima kasih sayang,cinta,dan persetujuan dari orang-orang lain,tetapi dia kecewa kalau dia menerima celaan dan kurang mendapat cinta dan kasih sayang. Oleh karena itu,peran orang tua sangat penting bagi perkembangan anak. Karena hal itu akan berpengaruh negatif bagi perkembangan anak. Anak akan tumbuh menjadi suatu kepribadian sehat tergantung pada sejauh manakah kebutuhan akan positive regards ini dipuaskan dengan baik. Anak mulai mengembangkan sesuatu “pengertian-diri” (self-concept) melalui positive regards.

6. Rogers memberikan lima sifat orang yang berfungsi sepenuhnya:
a. Keterbukaan pada pengalaman
Keterbukaan pada pengalaman adalah lawan dari sikap defensif. Setiap pendirian dan perasaan yang berasal dari dalam dan di luar disampaikan ke sistem saraf organisme tanpa distorsi atau rintangan. Orang yang berfungsi sepenuhnya dapat dikatakan lebih “emosional” dalam pengertian bahwa dia mengalami banyak emosi yang bersifat positif dan negatif (misalnya,baik kegembiraan maupun kesusahan) dan mengalami emosi-emosi itu lebih kuat daripada orang yang defensif.

b. Kehidupan Eksistensial
Orang yang berfungsi sepenuhnya,hidup sepenuhnya dalam setiap moment kehidupan. Setiap pengalaman dirasa segar dan baru,maka dari itu ada kegembiraan karena setia pengalaman tersingkap. Jelas,orang yang berfungsi sepenuhnya dapat menyesuaikan diri karena struktur diri terus menerus terbuka kepada pengalaman-pengalaman baru. Orang yang berfungsi sepenuhnya yang tidak memiliki diri yang berprasangka atau tegar tidak harus mengontrol atau memanipulasi pengalaman-pengalaman sehingga dengan bebas berpartisipasi di dalamnya.
c. Kepercayaan Terhadap Organisme Orang lain
Bertingkah laku menurut apa yang dirasa benar merupakan pedoman yang sangat dapat diandalkan. Orang yang berfungsi sepenuhnya dapat bertindak menurut impuls-impuls yang timbul seketika dan intuitif. Orang yang sehat terbuka sepenuhnya pada pengalaman dan memiliki jalan masuk untuk seluruh informasi yang ada dalam suatu situasi membuat keputusan.
d. Perasaan Bebas
Rogers percaya bahwa semakin seseorang sehat secara psikologis,semakin juga ia mengalami kebebasan untuk memilih dan bertindak. Orang yang sehat dapat memilih dengan bebas tanpa adanya paksaan-paksaan atau rintangan-rintangan antara alternatif pikiran dan indakan. Orang yang berfungsi sepenuhnya memiliki suatu perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya,tidak di atur oleh tingkah laku,keadaan atau peristiwa-peristiwa masa lampau. Ia bebas menentukan jalan hidupnya tanpa ada paksaan dari pihak mana pun. Menurut Rogers seseorang yang sehat secara psikologis semakin juga ia mengalami kebebasan memilih dan bertindak dengan bebas tanpa adanya paksaan atau rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan. Karena merasa bebas dan berkuasa maka orang yang sehat mempunyai banyak pilihan dalam kehidupan dan merasa mampu untuk melakukanapa saja yang diinginkannya.

e. Kreativitas
Semua orang yang berfungsi sepenuhnya sangat kreatif. Orang-orang terbuka sepenuhnya kepada semua pengalaman,yang percaya akan organisme lain mereka sendiri,yang fleksibel dalam keputusan serta tindakan. Bertingkah laku spontan,berubah,bertumbuh dan berkembang sebaai respon atas stimulus-stimulus kehidupan yang beraneka ragam. Rogers percaya bahwa orang-orang yang berfungsi sepenuhnya lebih mampu menyesuikan diri dan dapat bertahan hidup terhadap perubahan-perubahan yang drastis. Rogers melihat orang-orang yang berfungsi sepenuhnya merupakan “barisan depan yang layak” dalam proses evolusi manusia. Orang kreativ merupakan orang-orang yang dapat menemukan penemuan baru dari hasil ide pemikirannya. Ia cenderung percaya akan kemampuannya tidak takut salah terhadap tindakannya.


Sumber

- Duane Schultz, Buku psikologi pertumbuhan
- Allport.G.W. personality & psychology interpretation. Hanry Holt & co,New York.1973

Selasa, 13 Oktober 2009

KRITIKAN PSIKOLOGI HUMANISTIKTERHADAP PSIKOLOGI BEHAVIOR, DAN PSIKOANALISA

Psikologi humanistik mengarahkan perhatiannya pada numanisasi psikologi yang menekankan pada keunikan manusia. Menurut Psikologi humanistik manusia adalah makhluk kreatif yang dikendalikan dengan nilai-nilai dan pilihan-pilihannya sendiri , bukan dengan kekuatan ketidak sadaran sebagaimanaaliran behavior memahaminya.


Menurut Psikologi numanistik, psikologi lebih manusiawi yaitu memusatkan perhatiannya kepada masalah-masalah kemanusiaanya. Humanistik juga mempelajari kedalaman sifat manusia, selain mempelajari yang mnampak juga prilaku yang tidak nampak ; mempelajari kesadaran sekaligus ketidak sadaran. Oleh karena itu introspeksi sebagai metode suatu penelitian yang telah disingkirkan PSIKOLOGI behavior dan harus dikembalikan kembali sebagai metode penelitian PSIKOLOGI.

Sumber

- Human Development (Psikologi Pekembangan); Diane E. Papalia, Sally Wendkos Old, Ruth Duskin Feldman

- Psikologi Umum I : Universitas Gunadarma

- Psikologi Umum : universitas Gunadarma

Senin, 12 Oktober 2009

PERBEDAAN ANTARA PSIKOLOGI BEHAVIOR,PSIKOANALISA DAN HUMANISTIK

1. PSIKOLOGI BEHAVIOR

Juan Petrovich Pavlov (1849 – 1936) dalam penelitian psikologi secara objectif yaitu yang dapat diobservasi secara nyata, karena menurutnya kesadaran tak dapat diobservasi secara langsung. Pavlov juga menolakmetode instrokpeksi, karena ia telah mendasarkan aksperimennya pada keadaan yang benar-benar dapat diobservesi (observed facts).

Pavlov dalam eksperimen menggunakan anjing sebagai bahan penelitiannya. Persoalan yang dipikirkan Pavlov adalah apakah dapat dibentuk pada anjing suatu perilaku atau respon apabila anjing mendengan bel lalu anjing mengeluarkan air liur ?

Hal ini yang diteliti Pavlov secara eksperimental. Ternyata perlaku tersebut dapat dibentuk dengan cara memberikan stimulus yang tidak terkondisi (uncontioned stimulus) atau UCS yaitu dimana makanan berbarengan dengan diberikan stimulus alamai/ tidak terkondisi atau bunyi bel (UCS) hal ini menjadi (contibioned stimulus) atau CS ini menyebabkan timbulnya respons berkondisi (conditioned response) CR yaitu keluar air liur.

2. PSIKOANALISA

Menurut sigmud freud (1856 – 1939) pikiran-pikian yang direpres/ditekan adalah sumber perilaku yang tidak normal diantaranya :

a. Kesadaran Vs ketidak sadaran

Kehidupan psikis terdiri dari kesadaran (the consious) dan ketidaksadaran (unconscious). Kesadaran adala bagian kecil dari kepribadian/permukaan gunung es yang nampak, sedangkanketidaksadaran merupanbagian kecil dari gununges dibawah permukaan air yang tidak nampak tetapi mengandung insting-insting yang mendorong perulaku manusia.

Menrut Freud ada bagian lain disebut prasadar (preconsious) adalah stimulus yang belum direpres dan dapat ditimbulkan kembali dalam kesadaran.

· Pandangan Freud tentang kepribadian, terdiri dari

a. Id yaitu bagian primitif dari kepribadian (insting seksual)

b. Ego yaitu prinsip realitas (menyesuaikan diri dengan realitas)

c. Super ego yaitu prinsip moral (mengontrol perilaku dari segi moral)

b. Insting Vs Kecemasan

Insting terdiri dari Insting untuk hidup (life instinct) dan insting untuk mati (death instinct).

· Life Instinct : mencakup lapar, haus, seks (libedo)

· Death instinct : Kekuatan destruktif, dengan menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.

· Menurut freud ada 3 (tiga) macam kecemasan

1. Kecemasan Objektif : Kecemasan dengan rasa ketakutan

2. Kecemasan neurotik : Kecemasan akan mendapatkan hukuman

3. Kecemasan Moral : Kecemasan yang berkaitan dengan moral

Menurut Freud yang penting adalah mekanisme pertahanan (defence mechanism) dimana mekanisme ini bertujuan untuk melindungi dan menyalurkan doronga-dorongan yang tak dapat dibenarkan oleh ego dan super ego. Ada 9 mekanism pertahan menurut Freud;

1. Refresi

2. Pembentuka reaksi (Reaction formation)

3. Proyeksi (projection)

4. Penempatan yang keliru (displecement)

5. Rasionalisasi (Rationalisation)

6. Supresi (Sipression)

7. Sublimasi (Sublimation)

8. Kompensasi (Compensation)

9. Regresi (Regression)

3. PSIKOLOGI HUMANISTIK

Menurut pandang Abraham Maslow (190 – 1970) gerakan ini tidak puas dengan psikologi behavior dan psikoanalisa dan memfokuskan penelitiannya pada manusia. Pada tahun 1950 psikologi humanistik di AS sudah berkembang, tokoh-tokoh psikologi humanistik mengarahkan dan menekankan pada keunikan manusia karena

Menurut aliran ini manusia adla makhluk kreatif yang dikendalika oleh nilai-nilai dan pilihan-pilahannya, bukan oleh kekuatan ketidaksaran.

Maslow terkenal dengan teori motivasinya, diantaranya adalah

Ø Keutuhan-keutuhan Fisiologis

Ø Keutuhan-keutuhan rasa aman

Ø Keutuhan-keutuhan rasa cinta dan memilki

Ø Keutuhan-keutuhan akan penghargaan

Ø Keutuhan-keutuhan akan aktualitasi diri

· Ada 4 ciri Pisikologi humanistik

1. Memusatkan pada respon-respon yang mengalami

2. Memberikan tekanan pada kualitas-kualitas yang jang khas manusia, seperti kreativitas, aktualitas sebagai lawan pandangan tentang manusia yang mekanistis dan reduksio nistis.

3. menyadarkan diri pada makna-makna dalam memilih masalah-masalah yang akan dipelajari dan prosedur-prosedur penelitianyang akan digunakan.

4. Memberi perhatian penuh dan menilai tinggi pada kemiliaan dan martabat manusia pada perkembangan potensi yang inheren pada setiap individu (misiak dan sexton 1988).

Sumber

- Human Development (Psikologi Pekembangan); Diane E. Papalia, Sally Wendkos Old, Ruth Duskin Feldman

- Psikologi Umum I : Universitas Gunadarma

- Psikologi Umum : universitas Gunadarma

Senin, 05 Oktober 2009

PERBEDAAN PSIKOANALISA SIGMUND FREUD DAN ERIK ERIKSON

PSIKOANALISA SIGMUND FREUD

Sigmund Freud (1856-1938), mengembangkan suatu teori perilaku dan pikiran yang mengatakan bahwa kebanyakan apa yang kita lakukan dan pikirkan merupakan hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari pemunculan dalam perilaku dan pikiran. Garisbawahi bahwa “mereka (keinginan/ dorongan) tersebut tersembunyi dari kesadaran individual, dengan kata lain, mereka tidak disadari. Ini adalah ekspresi dari dorongan tidak sadar yang muncul dalam perilaku dan pikiran. Pandangan Freud secara lengkap adalah sebagai berikut:

1. Kesadaran dan Ketidaksadaran
Freud berpendapat bahwa kehidupan psikis terdiri dari kesadaran (the conscious) dan ketidak-sadaran (the unconscious). Kesadaran diibaratkan sebagai permukaan gunung es yang tampak. Jadi kesadaran merupakan bagaian kecil dari kepribadian. Ketidak-sadaran yang merupakan bagian kecil dari gunung es di bawah permukaan air mengandung insting-insting yang mendorong perilaku manusia. Menurut Freud ada bagian lain yang disebut pra-sadar (preconscious). Dalam preconscious stimulus-stimulus belum di refresh, sehingga dapat dengan mudah ditimbulkan kembali dalam kesadaran.


Menurut Freud kepribadian terdiri dari :

a. ID : bagian primitif dari kepribadian. Mengandung insting seksual dan insting

agresif.

b. EGO : merupakan prinsip realitas. Ego menyesuaikan diri dengan realitas.

c. SUPER EGO : merupakan prinsip moral, yaitu mengontrol perilaku dari segi moral.

2. Insting dan Kecemasan
Freud menyatakan insting terdiri dari:

a. Insting untuk hidup (Life Instinct) : mencakup lapar, haus, dan seks. Ini merupakan kekuatan kreatif dan disebut sebagai Libido.

b. Insting untuk mati (Death Instinct) : merupakan kekuatan destruktif. Hal ini dapat dilakukan terhadap diri sendiri seperti menyakiti diri atau melakukan bunuh diri. Atau ditujukan terhadap individu lain dalam bentuk agresi. Semua itu dilakukan oleh si individu karena adanya dorongan berupa Kecemasan


Menurut Freud ada tiga macam Kecemasan, yaitu :
1. Kecemasan Objektif : timbul terhadap ketakutan akan bahaya nyata.
2. Kecemasan Neurotik : merupakan kecemasan atau rasa takut akan mendapatkan hukuman atas keinginan yang impulsif

3. Kecemasan Moral : cemas karena merasa telah melanggar norma-norma moral.



Freud juga mengatakan bahwa setiap individu mengalami fase-fase seksualitas sejak masih kanak-kanak sampai dewasa, berikut penjelasannya :

a. Fase Oral (mulut) : misalnya, perbuatan anak bayi menyusu kepada ibunya.

b. Fase Anal (anus) : misalnya, toilet training.

c. Fase Falik (usia 6-7 tahun) : kepuasan seksual pada alat kelamin.

d. Fase Laten (usia 7-8 tahun sampai menginjak awal remaja) : seolah-olah tidak ada aktivitas seksual.

e. Fase Genital : dimulai saat remaja sampai mati, segala kepuasan seks berpusat pada alat kelamin.



PSIKOANALISA ERIK ERIKSON


Erik H. Erikson (1902-1994) psikoanalis kelahiran Jerman yang merupakan seorang rekan di lingkar dalam Freud, memodifikasi dan memperluas teori Freud dengan menekankan pengaruh masyarakat terhadap perkembangan kepribadian.


Teori perkembangan Psikososial Erikson mencakup 8 tahap sepanjang rentang kehidupan, yaitu :

1. Kepercayaan vs Ketidakpercayaan (sejak lahir hingga usia 12-18 bulan) : bayi mengembangkan perasaan bahwa dunia merupakan tempat yang baik dan aman.

2. Autonomi vs Rasa Malu dan Ragu (usia 12-18 bulan hingga 3 tahun) : anak mengembangkan keseimbangan independen dan kepuasan diri terhadap rasa malu dan keraguan.

3. Inisiatif vs Rasa Bersalah (usia 3-6 tahun) : anak mengembangkan inisiatif ketika mencoba aktivitas baru dan tidak terlalu terbebani oleh rasa bersalah.

4. Industry vs Inferioritas (usia 6 tahun hingga Pubertas) : anak harus belajar keterampilan budaya atau menghadapi perasaan tidak kompeten.

5. Identitas vs Kekacauan Identitas (pubertas hingga dewasa awal) : remaja harus menentukan pemahaman akan diri sendiri atau merasakan kekacauan peran.

6. Intimasi vs Isolasi (dewasa awal) : individu mencoba mebuat komitmen dengan orang lain; apabila gagal, maka ia akan menderita isolasi dan pemisahan diri.

7. Produktivitas vs Stagnasi (dewasa tengah) : perhatian orang dewasa yang sudah matang adalah membangun dan membimbing generasi selanjutnya atau merasa tidak percaya diri.

8. Integritas Ego vs Putus Asa (dewasa akhir) : individu yang tua mendapatkan penerimaan terhadap hidup, membuatnya dapat menerima kematian atau sebaliknya, putus asa atas ketidakmampuannya menghidupkan kembali hidupnya.

KESIMPULAN


Pada dasarnya kedua teori Psikoanalisa yang diungkapkan oleh Freud dan Erikson tidak jauh berbeda. Mereka sama-sama meng-klasifikasikan fase-fase Psikologi seorang individu berdasarkan usia, sejak saat dilahirkan hingga meninggal nantinya. Hanya saja, Freud berpendapat bahwa dari semua fase Psikologis yang dialami manusia, merupakan murni karena dorongan/ keinginan yang luar biasa dari dalam (internal) individu tersebut, baik secara sadar maupun tidak sadar (bawah sadar). Kemudian seperti yang kita ketahui, Erik H. Erikson berusaha menyempurnakan teori Psikoanalisa yang telah dikemukakan oleh Freud dengan menambahkan bahwa selain keinginan/ dorongan dari dalam diri si individu, fase-fase psikologis tersebut ternyata juga dipengaruhi oleh faktor-faktor luar (eksternal), seperti adat, budaya dan lingkungan tempat tinggal si individu dan kepribadian dibangun melalui serangkaian krisis-krisis dan alternatif-alternatif.

Saya melihat Erikson berusaha menjelaskan bahwa ada faktor-faktor eksternal juga memiliki andil dalam membentuk perilaku suatu individu, bukan hanya karena adanya keinginan/ dorongan yang sangat kuat dari dalam diri. Berdasar argumentasi bahwa manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan sesamanya (interdependence), menurut saya disinilah perbedaan pandangan antara Freud dan Erikson tentang Psikoanalisa.

Sumber :

- Human Development (Psikologi Pekembangan); Diane E. Papalia, Sally Wendkos Old, Ruth Duskin Feldman

- Psikologi Umum I : Universitas Gunadarma

- Psikologi Umum : universitas Gunadarma

- Psikologi Perkembangan : Dra, Enung Fatimah, M.M – Pustaka Setia