1. PSIKOLOGI BEHAVIOR
Juan Petrovich Pavlov (1849 – 1936) dalam penelitian psikologi secara objectif yaitu yang dapat diobservasi secara nyata, karena menurutnya kesadaran tak dapat diobservasi secara langsung. Pavlov juga menolakmetode instrokpeksi, karena ia telah mendasarkan aksperimennya pada keadaan yang benar-benar dapat diobservesi (observed facts).
Pavlov dalam eksperimen menggunakan anjing sebagai bahan penelitiannya. Persoalan yang dipikirkan Pavlov adalah apakah dapat dibentuk pada anjing suatu perilaku atau respon apabila anjing mendengan bel lalu anjing mengeluarkan air liur ?
Hal ini yang diteliti Pavlov secara eksperimental. Ternyata perlaku tersebut dapat dibentuk dengan cara memberikan stimulus yang tidak terkondisi (uncontioned stimulus) atau UCS yaitu dimana makanan berbarengan dengan diberikan stimulus alamai/ tidak terkondisi atau bunyi bel (UCS) hal ini menjadi (contibioned stimulus) atau CS ini menyebabkan timbulnya respons berkondisi (conditioned response) CR yaitu keluar air liur.
2. PSIKOANALISA
Menurut sigmud freud (1856 – 1939) pikiran-pikian yang direpres/ditekan adalah sumber perilaku yang tidak normal diantaranya :
a. Kesadaran Vs ketidak sadaran
Kehidupan psikis terdiri dari kesadaran (the consious) dan ketidaksadaran (unconscious). Kesadaran adala bagian kecil dari kepribadian/permukaan gunung es yang nampak, sedangkanketidaksadaran merupanbagian kecil dari gununges dibawah permukaan air yang tidak nampak tetapi mengandung insting-insting yang mendorong perulaku manusia.
Menrut Freud ada bagian lain disebut prasadar (preconsious) adalah stimulus yang belum direpres dan dapat ditimbulkan kembali dalam kesadaran.
· Pandangan Freud tentang kepribadian, terdiri dari
a. Id yaitu bagian primitif dari kepribadian (insting seksual)
b. Ego yaitu prinsip realitas (menyesuaikan diri dengan realitas)
c. Super ego yaitu prinsip moral (mengontrol perilaku dari segi moral)
b. Insting Vs Kecemasan
Insting terdiri dari Insting untuk hidup (life instinct) dan insting untuk mati (death instinct).
· Life Instinct : mencakup lapar, haus, seks (libedo)
· Death instinct : Kekuatan destruktif, dengan menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.
· Menurut freud ada 3 (tiga) macam kecemasan
1. Kecemasan Objektif : Kecemasan dengan rasa ketakutan
2. Kecemasan neurotik : Kecemasan akan mendapatkan hukuman
3. Kecemasan Moral : Kecemasan yang berkaitan dengan moral
Menurut Freud yang penting adalah mekanisme pertahanan (defence mechanism) dimana mekanisme ini bertujuan untuk melindungi dan menyalurkan doronga-dorongan yang tak dapat dibenarkan oleh ego dan super ego. Ada 9 mekanism pertahan menurut Freud;
1. Refresi
2. Pembentuka reaksi (Reaction formation)
3. Proyeksi (projection)
4. Penempatan yang keliru (displecement)
5. Rasionalisasi (Rationalisation)
6. Supresi (Sipression)
7. Sublimasi (Sublimation)
8. Kompensasi (Compensation)
9. Regresi (Regression)
3. PSIKOLOGI HUMANISTIK
Menurut pandang Abraham Maslow (190 – 1970) gerakan ini tidak puas dengan psikologi behavior dan psikoanalisa dan memfokuskan penelitiannya pada manusia. Pada tahun 1950 psikologi humanistik di AS sudah berkembang, tokoh-tokoh psikologi humanistik mengarahkan dan menekankan pada keunikan manusia karena
Menurut aliran ini manusia adla makhluk kreatif yang dikendalika oleh nilai-nilai dan pilihan-pilahannya, bukan oleh kekuatan ketidaksaran.
Maslow terkenal dengan teori motivasinya, diantaranya adalah
Ø Keutuhan-keutuhan Fisiologis
Ø Keutuhan-keutuhan rasa aman
Ø Keutuhan-keutuhan rasa cinta dan memilki
Ø Keutuhan-keutuhan akan penghargaan
Ø Keutuhan-keutuhan akan aktualitasi diri
· Ada 4 ciri Pisikologi humanistik
1. Memusatkan pada respon-respon yang mengalami
2. Memberikan tekanan pada kualitas-kualitas yang jang khas manusia, seperti kreativitas, aktualitas sebagai lawan pandangan tentang manusia yang mekanistis dan reduksio nistis.
3. menyadarkan diri pada makna-makna dalam memilih masalah-masalah yang akan dipelajari dan prosedur-prosedur penelitianyang akan digunakan.
4. Memberi perhatian penuh dan menilai tinggi pada kemiliaan dan martabat manusia pada perkembangan potensi yang inheren pada setiap individu (misiak dan sexton 1988).
Sumber
- Human Development (Psikologi Pekembangan); Diane E. Papalia, Sally Wendkos Old, Ruth Duskin Feldman
- Psikologi Umum I : Universitas Gunadarma
- Psikologi Umum : universitas Gunadarma

Tidak ada komentar:
Posting Komentar