Selasa, 27 Oktober 2009
Pengertian Allport dan Rogers dalam membahas manusia
2. Jelaskan perkembangan propium sebagai dasar perkembangan kepribadian yang sehat?
3. Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri kepribadian yang matang menurut Allport?
4. Jelaskan perkembangan kepribadian (self) menurut Rogers?
5. Peranan positif Regards dalam kepribadian individu menurut Rogers?
6. Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri orang yang berfungsi sepenuhnya?
JAWABAN
1. Menurut Allport kepribadian manusia adalah asli. Individu lebih merupakan makhluk masa kini dari pada makhluk masa lampau. Allport mempelajari individu yang normal dan dengan demikian mengembangkan suatu teori yang hampir seluruhnya mengenai kepribadian sehat. Allport mengemukakan teori tentang jurang antara kepibadian neurotis dan kepribadian sehat antara masa dewasa dan masa kanak-kanak. Menurut Allport manusia yang hidup dan aktif membutuhkan kehidupan yang beraneka ragam,mereka tidak puas dengan kegiatan yang rutin. Kita semua mengenal orang-orang yang berspekulasi dan memilih kesempatan-kesempatan,yang secara aktif mencari perangsang dan tantangan dalam kehidupan mereka.
Dalam teorinya Allport, antisipasi-antisipasi adalah penting dalam membantu untuk menentukan siapa dan apakah kita ini,dalam membentuk identitas diri kita sendiri. Mereka mengetahui diri mereka dan menerima keterbatasan-keterbatasan mereka dan tidak terpukul oleh keterbatasan itu. Sudah jelas bahwa sehat memiliki suatu gambaran diri dan identitas diri yang kuat,merasakan suatu perasaan harga diri,dapat memberi cinta secara terbuka dan tanpa syarat,merasa aman secara emosional,dan memiliki tujuan-tujuan serta suatu perasaan akan maksud yang memberi arti dan arah kepada kehidupan.
Dalam bukunya Scientific models and human morals (1947) Allport mengemukakan bahwa dengan memakai model mesin,hewan,anak-anak,tidak didapatkan dasar yang cukup kuat untuk menyusun teori yang bermanfaat mengenai tingkah laku manusia. Dapat pula di catat bahwa sikap individualitas tingkah laku manusia menimbulkan pesimisme terhadap kemungkinan yang terdapat dalam metode dan teori psikologi untuk menerangi keajaiban tingkah laku manusia.
2. Proprium atau propiate adalah sesuatu yang dimiliki seseorang yang unik bagi seseorang. Contohnya,”saya sebagaimana dirasakan dan diketahui individu yang sehat”.
Perkembangan propium
Propium berkembang dari masa bayi sampai masa adolensi melalui tujuh tingkat “diri”,yaitu:diri jasmaniah,identitas diri,harga diri,perluasan diri,gambaran diri,diri sebagai rasional,dan perjuangan diri. Tujuh propium ini berkembang dari masa bayi sampai masa adolensi. Suatu kegagalan yang hebat pada setiap tingkat melumpuhkan integrasi harmonis dalam propium. Pengalaman pada masa kanak-kanak sangat penting dalam perkembangan kepribadian sehat.
- Diri jasmaniah
Kira-kira pada usia 15 bulan,inilah tingkat pertama perkembangan propium. Bayi tidak dapat membedakan antara diri (“saya”) dan dunia sekitarnya,maka berkembanglah suatu perbedaan yang kabur antara sesuatu yang ada “dalam saya” dan hal-hal lain “di luarnya”. Perasaan diri bukan merupakan bagian dari warisan keturunan kita.
- Identitas diri
Allport berpendapat bahwa segi yang penting dalam identitas diri adalah nama orang. Anak mempelajari namanya,menyadari bahwa perasaan tentang “saya” atau “diri” tetap bertahan dalam menghadapi pengalaman yg berubah-ubah. Nama itu menjdi lambang kehidupan seseorang untuk mengenalkan dirinya terhadap orang lain. Apabila ia menjadi terkenal maka namalah yang terkenal sebelumnya,karena nama menjadi lambang dari kehidupan seseorang yang mengenal dirinya.
- Harga diri
Hal ini menyangkut perasaan bangga dari anak sebagai suatu hasil atas usahanya sendiri. Anak ingin belajar membuat benda-benda,menyelidiki dan memuaskan perasaan ingin tahunya tentang lingkungan,memanipulasi dan mengubah lingkungan itu. Inti dari munculnya harga diri ialah kebutuhan anak akan otonomi.
- Perluasan diri (self extension)
Mulai usia sekitar 4 tahun,anak mulai menyadari orang-orang lain dan benda-benda dalam lingkungannya dan fakta bahwa beberapa di antaranya adalah milik anak tersebut. Hal ini adalah permulaan dari kemampuan orang untuk memperpanjang dan memperluas dirinya, untuk memasukkan tidak hanya benda tetapi juga abstraksi, nilai dan kepercayaan.
- Gambaran diri
Hal ini menunjukkan bagaimana anak melihat dirinya dan pendapatnya tentang dirinya. Lewat pujian dan hukuman,anak belajar bahwa orang tuanya ingin agar anaknya bertingkah laku baik sesuai keinginannya. Dengan mempelajari harapan orang tua anak dapat mengembangkan rasa tanggung jawab moral serta untuk perumusan tentang tujuan dan intensi.
- Diri sebagai perilaku rasional
Setelah anak mulai sekolah,diri sebagai pelaku rasional mulai timbul. Anak belajar bahwa ia dapat memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan proses-proses yang logis dan rasional.
- Perjuangan propium (propiate Striving)
Allport percaya bahwa masa adolensi merupakan suatu masa yang sangat menentukan. Pertanyaan “siapakah saya” adalah sangat penting untuk pencarian identitas diri dan tujuan hidup. Intensi,aspirasi,dan harapan orang itu akan mendorong kepribadian yang matang.
Allport mengemukakan hendaknya semua fungsi self atau ego itu disebut fungsi propium (propiate function) dari pada kepribadian. Fungsi-fungsi ini (termasuk kesadaran jasmani, self identity, self esteem, self extention, rational thinking, self image, propiate striving dan fungsi mengenal) semuanya adalah bagian-bagian vital daripada kepribadian. Propium itu tidak dibawa sejak lahir tetapi berkembang di dalam perkembangan individu.
3. Allport tidak percaya bahwa orang-orang yang matang dan sehat dikontrol dan dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tidak sadar , kekuatan yang tidak dapat dilihat dan dipengaruhi. Kepribadian yang matang tidak dikontrol oleh trauma dan konflik pada masa kanak-kanak.
KRITERIA KEPRIBADIAN YANG MATANG:
Ada tujuh pandangan-pandangan menurut Allport tentang sifat - sifat khusus dari kepribadian sehat.
· Perluasan Perasaan Diri
Ketika diri berkembang, maka diri itu meluas menjangkau banyak orang dan benda. Artinya seseorang mulai berinteraksi baik dengan orang-orang yang berada disekitarnya. Dengan kata lain, ketika orang menjadi matang,dia mengembangkan perhatian-perhatian di luar dirinya. Akan tetapi tidak cukup hanya berinteraksi dengan sesuatu atau seseorang di luar dirinya, seperti pekerjaan. Orang harus menjadi partisipan yang langsung dan penuh. Allport menamakan hal ini “partisipasi otentik yang dilakukan oleh orang dalam beberapa suasana yang penting dari usaha manusia. Orang harus meluaskan diri ke dalam akivitas. Dalam pandangan Allport,suatu aktivitas harus “relevan” dan penting bagi dirinya. Apabila kita mengerjakan sesuatu pekerjaan karena kita yakin bahwa jurusan psikologi itu penting, karena jurusan psikologi itu menantang kemampuan kita, atau karena kita merasa merasa senang melakukan aktivitas tersebut, maka kita merupakan seorang partisipan yang otentik dalam pekerjaan itu.
· Hubungan Diri yang Hangat dengan Orang-orang lain
Allport membedakan dua macam kehangatan dalam hubungan dengan orang lain, yaitu: kapasitas untuk keintiman dan kapasitas untuk perasaan terharu.
Orang yang sehat secara psikologis mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap orang tua, anak, partner, teman akrab. Apa yang dihasilkan oleh kapasitas untuk keintiman ini adalah suatu perasaan perluasan diri yang berkembang baik. Syarat lain bagi kapasitas untuk keintiman adalah suatu perasaan identitas diri yang berkembang dengan baik. Cinta dari orang yang sehat adalah tanpa syarat, tidak melumpuhkan atau mengikat satu sama lain.
Bagian kedua adalah, perasaan terharu yang merupakan suatu kondisi dasar manusia dan perasaan kekeluargaan dengan semua individu. Orang yang sehat memiliki kapasitas untuk memahami kesakitan, penderitaan, ketakutan, dan kegagalan yang merupakan ciri kehidupan manusia. Sebagai hasil dari kapasitas untuk perasaan terharu, kepribadian yang matang sabar terhadap tingkah laku orang lain dan tidak mengadili atau menghukumnya.
· Keamanan Emosional
Sifat dari kepribadian sehat ini meliputi beberapa kualitas utama adalah penerimaan diri. Kualitas lain dari keamanan emosional ialah apa yang disebut Allport “sabar terhadap kekecewaan”. Orang-orang yang matang tidak dapat begitu sabar terhadap kekecewaan, tidak dapat begitu menerima diri atau tidak dapat begitu banyak mengontrol emosi mereka, jika mereka tidak merasakan suatu perasaan dasar akan keamanan.
· Persepsi Realistis
Orang-orang yang sehat memandang dunia mereka secara objektif. Sebaliknya orang-orang yang neurotis sering kali harus mengubah realitas agar sesuai dengan keinginan, kebutuhan, dan ketakutan mereka sendiri.
· Keterampilan-keterampilan dan tugas-tugas
Allport menekankan pentingnya dan perlunya menenggelamkan diri sendiri di dalamnya. Kita harus menunjukan kemampuan terhadap keterampilan yang kita miliki. Pekerjaan dan tanggung jawab memberikan arti dan perasaan kontinuitas untuk hidup. Tidak mungkin mencapai kematangan dan kesehatan psikologis yang positif tanpa melakukan pekerjaan yang penting dan melakukannya dengan dedikasi, komitmen, dan keterampilan.
· Pemahaman Diri
Kepribadian sehat mencapai suatu pemahaman diri yang lebih tinggi dari pada orang-orang yang neurotis. Pengenalan diri yang memadai menuntut pemahaman tentang hubungan/perbedaan antara gambaran diri yang dimiliki seseorang dengan dirinya menurut keadaan yang sesungguhnya. Orang yang sehat terbuka pada pendapat orang lain.
· Filsafat Hidup yang Mempersatukan
Allport menyebut dorongan yang mempersatukan ini “arah” (directness) dan lebih kelihatan pada kepribadian yang sehat dari pada orang-orang yang neurotis. Allport menekankan bahwa nilai-nilai (bersama dengan tujuan-tujuan) adalah sangat penting bagi perkembangan suatu filsafat hidup yang mempersatukan. Suara hati juga berperan di dalamnya.
Pada umumnya orang dapat lebih tahu akan apa yang akan/hendak dikerjakan seseorang, kalau dia tahu rencana-rencana yang didasarinya dari pada ingatan-ingatan tertentu. Dalam kenyataannya tidak selalu demikian, banyak orang yang tak mempunyai kematangan/kedewasaan penuh.
Menurut Allport pribadi yang telah dewasa pada pokoknya memiliki hal-hal di bawah ini, yaitu:
< Extention of self
Yaitu hidupnya tidak harus terikat secara sempit kepada kegiatan-kegiatan yang erat hubungannya dengan kebutuhan-kebutuhan serta kewajiban-kewajiban yang langsung. Suatu hal yang penting daripada extention of self itu ialah proyeksi ke masa depan: merencanakan, mengharapkan (planning, hoping).
< Self-Objectification
Ada dua komponen dalam hal ini, yaitu: humor dan insight.
(a) Insight : Ialah kecakapan individu untuk mengerti dirinya.
(b) humor : adalah kecakapan untuk mempertahankan hubungan positif dengan dirinya sendiri dan objek-objek yang disenangi,serta menyadari adanya ketidakselarasan dalam hal ini.
< Filsafat Hidup (Weltanschauung,philosophy of life)
Individu itu harus dapat objektif dan bahkan menikmati kejadian-kejadian dalam hidupnya. Religi merupakan salah satu hal penting dalam hal ini.
4. Perkembangan kepribadian (self) menurut Rogers, manusia yang rasional dan sadar,tidak di control oleh peristiwa masa kanak-kanak,seperti pembiasaan akan kebersihan (toilet training),penyapihan yang lebih cepat,atau pengalaman-pengalaman sebelum waktunya. Dengan toilet training anak akan terbiasa oleh perilaku-perilaku yang akan membentuk kepribadiannya dalam masa yang akan datang. Rogers percaya bahwa orang-orang dibimbing oleh persepsi sadar mereka sendiri tentang diri mereka,harus menjadi makhluk yang sadar dan rasional. Artinya individu dituntut untuk menjadi makhluk yang memiliki segala kelebihan dan kekurangan,tetapi ia harus sadar akan hal tersebut karena hal tersebut terdapat di dalam dirinya. Dengan berpikir rasional individu akan sadar akan kesalahannya,ia akan berpikir jauh sebelum melakukan sesuatu,memikirkan mayang-matang sebab akibat yang akan ia terima nanti. Pemikiran rasional merupakan pemikiran berdasarkan logika atau akal sehat.
Rogers percaya bahwa orang-orang dibimbing oleh persepsi sadar mereka sendiri tentang diri mereka dan dunia sekitar mereka bukan oleh kekuatan-kekuatan tak sadar yang tidak dapat mereka kontrol.Menurut Rogers,pengalaman-pengalaman masa lampau dapat mempengaruhi cara bagaimana kita memandang masa sekarang yang pada gilirannya mempengaruhi kesehatan psikologis. Pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak adalah penting,tetapi fokus pada apa yang terjadi dengan kita sekarang, bukan pada apa yang terjadi waktu itu.Rogers mempertahankan bahwa kepribadian harus diperiksa dan dipahami melalui segi pandangan pribadi klien,pengalaman-pengalaman subjektifitasnya sendiri.
5. Positive regards, suatu kebutuhan yang memaksa dan merembes,dimiliki semua orang; setiap anak terdorong untuk mencari positive regards.Cara-cara khusus bagaimana diri itu berkembang dan apakah dia akan menjadi sehat atau tidak tergantung pada cinta yang diterima anak itu pada masa kecil. Pada waktu diri itu mulai berkembang,anak itu juga belajar membutuhkan cinta. Rogers menyebut kebutuhan ini “penghargaan positif” (positive regards). Anak puas kalau dia menerima kasih sayang,cinta,dan persetujuan dari orang-orang lain,tetapi dia kecewa kalau dia menerima celaan dan kurang mendapat cinta dan kasih sayang. Oleh karena itu,peran orang tua sangat penting bagi perkembangan anak. Karena hal itu akan berpengaruh negatif bagi perkembangan anak. Anak akan tumbuh menjadi suatu kepribadian sehat tergantung pada sejauh manakah kebutuhan akan positive regards ini dipuaskan dengan baik. Anak mulai mengembangkan sesuatu “pengertian-diri” (self-concept) melalui positive regards.
6. Rogers memberikan lima sifat orang yang berfungsi sepenuhnya:
a. Keterbukaan pada pengalaman
Keterbukaan pada pengalaman adalah lawan dari sikap defensif. Setiap pendirian dan perasaan yang berasal dari dalam dan di luar disampaikan ke sistem saraf organisme tanpa distorsi atau rintangan. Orang yang berfungsi sepenuhnya dapat dikatakan lebih “emosional” dalam pengertian bahwa dia mengalami banyak emosi yang bersifat positif dan negatif (misalnya,baik kegembiraan maupun kesusahan) dan mengalami emosi-emosi itu lebih kuat daripada orang yang defensif.
b. Kehidupan Eksistensial
Orang yang berfungsi sepenuhnya,hidup sepenuhnya dalam setiap moment kehidupan. Setiap pengalaman dirasa segar dan baru,maka dari itu ada kegembiraan karena setia pengalaman tersingkap. Jelas,orang yang berfungsi sepenuhnya dapat menyesuaikan diri karena struktur diri terus menerus terbuka kepada pengalaman-pengalaman baru. Orang yang berfungsi sepenuhnya yang tidak memiliki diri yang berprasangka atau tegar tidak harus mengontrol atau memanipulasi pengalaman-pengalaman sehingga dengan bebas berpartisipasi di dalamnya.
c. Kepercayaan Terhadap Organisme Orang lain
Bertingkah laku menurut apa yang dirasa benar merupakan pedoman yang sangat dapat diandalkan. Orang yang berfungsi sepenuhnya dapat bertindak menurut impuls-impuls yang timbul seketika dan intuitif. Orang yang sehat terbuka sepenuhnya pada pengalaman dan memiliki jalan masuk untuk seluruh informasi yang ada dalam suatu situasi membuat keputusan.
d. Perasaan Bebas
Rogers percaya bahwa semakin seseorang sehat secara psikologis,semakin juga ia mengalami kebebasan untuk memilih dan bertindak. Orang yang sehat dapat memilih dengan bebas tanpa adanya paksaan-paksaan atau rintangan-rintangan antara alternatif pikiran dan indakan. Orang yang berfungsi sepenuhnya memiliki suatu perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya,tidak di atur oleh tingkah laku,keadaan atau peristiwa-peristiwa masa lampau. Ia bebas menentukan jalan hidupnya tanpa ada paksaan dari pihak mana pun. Menurut Rogers seseorang yang sehat secara psikologis semakin juga ia mengalami kebebasan memilih dan bertindak dengan bebas tanpa adanya paksaan atau rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan. Karena merasa bebas dan berkuasa maka orang yang sehat mempunyai banyak pilihan dalam kehidupan dan merasa mampu untuk melakukanapa saja yang diinginkannya.
e. Kreativitas
Semua orang yang berfungsi sepenuhnya sangat kreatif. Orang-orang terbuka sepenuhnya kepada semua pengalaman,yang percaya akan organisme lain mereka sendiri,yang fleksibel dalam keputusan serta tindakan. Bertingkah laku spontan,berubah,bertumbuh dan berkembang sebaai respon atas stimulus-stimulus kehidupan yang beraneka ragam. Rogers percaya bahwa orang-orang yang berfungsi sepenuhnya lebih mampu menyesuikan diri dan dapat bertahan hidup terhadap perubahan-perubahan yang drastis. Rogers melihat orang-orang yang berfungsi sepenuhnya merupakan “barisan depan yang layak” dalam proses evolusi manusia. Orang kreativ merupakan orang-orang yang dapat menemukan penemuan baru dari hasil ide pemikirannya. Ia cenderung percaya akan kemampuannya tidak takut salah terhadap tindakannya.
Sumber
- Duane Schultz, Buku psikologi pertumbuhan
- Allport.G.W. personality & psychology interpretation. Hanry Holt & co,New York.1973
Selasa, 13 Oktober 2009
KRITIKAN PSIKOLOGI HUMANISTIKTERHADAP PSIKOLOGI BEHAVIOR, DAN PSIKOANALISA
Psikologi humanistik mengarahkan perhatiannya pada numanisasi psikologi yang menekankan pada keunikan manusia. Menurut Psikologi humanistik manusia adalah makhluk kreatif yang dikendalikan dengan nilai-nilai dan pilihan-pilihannya sendiri , bukan dengan kekuatan ketidak sadaran sebagaimanaaliran behavior memahaminya.
Sumber
- Human Development (Psikologi Pekembangan); Diane E. Papalia, Sally Wendkos Old, Ruth Duskin Feldman
- Psikologi Umum I : Universitas Gunadarma
Senin, 12 Oktober 2009
PERBEDAAN ANTARA PSIKOLOGI BEHAVIOR,PSIKOANALISA DAN HUMANISTIK
1. PSIKOLOGI BEHAVIOR
Juan Petrovich Pavlov (1849 – 1936) dalam penelitian psikologi secara objectif yaitu yang dapat diobservasi secara nyata, karena menurutnya kesadaran tak dapat diobservasi secara langsung. Pavlov juga menolakmetode instrokpeksi, karena ia telah mendasarkan aksperimennya pada keadaan yang benar-benar dapat diobservesi (observed facts).
Pavlov dalam eksperimen menggunakan anjing sebagai bahan penelitiannya. Persoalan yang dipikirkan Pavlov adalah apakah dapat dibentuk pada anjing suatu perilaku atau respon apabila anjing mendengan bel lalu anjing mengeluarkan air liur ?
Hal ini yang diteliti Pavlov secara eksperimental. Ternyata perlaku tersebut dapat dibentuk dengan cara memberikan stimulus yang tidak terkondisi (uncontioned stimulus) atau UCS yaitu dimana makanan berbarengan dengan diberikan stimulus alamai/ tidak terkondisi atau bunyi bel (UCS) hal ini menjadi (contibioned stimulus) atau CS ini menyebabkan timbulnya respons berkondisi (conditioned response) CR yaitu keluar air liur.
2. PSIKOANALISA
Menurut sigmud freud (1856 – 1939) pikiran-pikian yang direpres/ditekan adalah sumber perilaku yang tidak normal diantaranya :
a. Kesadaran Vs ketidak sadaran
Kehidupan psikis terdiri dari kesadaran (the consious) dan ketidaksadaran (unconscious). Kesadaran adala bagian kecil dari kepribadian/permukaan gunung es yang nampak, sedangkanketidaksadaran merupanbagian kecil dari gununges dibawah permukaan air yang tidak nampak tetapi mengandung insting-insting yang mendorong perulaku manusia.
Menrut Freud ada bagian lain disebut prasadar (preconsious) adalah stimulus yang belum direpres dan dapat ditimbulkan kembali dalam kesadaran.
· Pandangan Freud tentang kepribadian, terdiri dari
a. Id yaitu bagian primitif dari kepribadian (insting seksual)
b. Ego yaitu prinsip realitas (menyesuaikan diri dengan realitas)
c. Super ego yaitu prinsip moral (mengontrol perilaku dari segi moral)
b. Insting Vs Kecemasan
Insting terdiri dari Insting untuk hidup (life instinct) dan insting untuk mati (death instinct).
· Life Instinct : mencakup lapar, haus, seks (libedo)
· Death instinct : Kekuatan destruktif, dengan menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.
· Menurut freud ada 3 (tiga) macam kecemasan
1. Kecemasan Objektif : Kecemasan dengan rasa ketakutan
2. Kecemasan neurotik : Kecemasan akan mendapatkan hukuman
3. Kecemasan Moral : Kecemasan yang berkaitan dengan moral
Menurut Freud yang penting adalah mekanisme pertahanan (defence mechanism) dimana mekanisme ini bertujuan untuk melindungi dan menyalurkan doronga-dorongan yang tak dapat dibenarkan oleh ego dan super ego. Ada 9 mekanism pertahan menurut Freud;
1. Refresi
2. Pembentuka reaksi (Reaction formation)
3. Proyeksi (projection)
4. Penempatan yang keliru (displecement)
5. Rasionalisasi (Rationalisation)
6. Supresi (Sipression)
7. Sublimasi (Sublimation)
8. Kompensasi (Compensation)
9. Regresi (Regression)
3. PSIKOLOGI HUMANISTIK
Menurut pandang Abraham Maslow (190 – 1970) gerakan ini tidak puas dengan psikologi behavior dan psikoanalisa dan memfokuskan penelitiannya pada manusia. Pada tahun 1950 psikologi humanistik di AS sudah berkembang, tokoh-tokoh psikologi humanistik mengarahkan dan menekankan pada keunikan manusia karena
Menurut aliran ini manusia adla makhluk kreatif yang dikendalika oleh nilai-nilai dan pilihan-pilahannya, bukan oleh kekuatan ketidaksaran.
Maslow terkenal dengan teori motivasinya, diantaranya adalah
Ø Keutuhan-keutuhan Fisiologis
Ø Keutuhan-keutuhan rasa aman
Ø Keutuhan-keutuhan rasa cinta dan memilki
Ø Keutuhan-keutuhan akan penghargaan
Ø Keutuhan-keutuhan akan aktualitasi diri
· Ada 4 ciri Pisikologi humanistik
1. Memusatkan pada respon-respon yang mengalami
2. Memberikan tekanan pada kualitas-kualitas yang jang khas manusia, seperti kreativitas, aktualitas sebagai lawan pandangan tentang manusia yang mekanistis dan reduksio nistis.
3. menyadarkan diri pada makna-makna dalam memilih masalah-masalah yang akan dipelajari dan prosedur-prosedur penelitianyang akan digunakan.
4. Memberi perhatian penuh dan menilai tinggi pada kemiliaan dan martabat manusia pada perkembangan potensi yang inheren pada setiap individu (misiak dan sexton 1988).
Sumber
- Human Development (Psikologi Pekembangan); Diane E. Papalia, Sally Wendkos Old, Ruth Duskin Feldman
- Psikologi Umum I : Universitas Gunadarma
- Psikologi Umum : universitas Gunadarma
Senin, 05 Oktober 2009
PERBEDAAN PSIKOANALISA SIGMUND FREUD DAN ERIK ERIKSON
PSIKOANALISA SIGMUND FREUD
Sigmund Freud (1856-1938), mengembangkan suatu teori perilaku dan pikiran yang mengatakan bahwa kebanyakan apa yang kita lakukan dan pikirkan merupakan hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari pemunculan dalam perilaku dan pikiran. Garisbawahi bahwa “mereka” (keinginan/ dorongan) tersebut tersembunyi dari kesadaran individual, dengan kata lain, mereka tidak disadari. Ini adalah ekspresi dari dorongan tidak sadar yang muncul dalam perilaku dan pikiran. Pandangan Freud secara lengkap adalah sebagai berikut:
1. Kesadaran dan Ketidaksadaran
Freud berpendapat bahwa kehidupan psikis terdiri dari kesadaran (the conscious) dan ketidak-sadaran (the unconscious). Kesadaran diibaratkan sebagai permukaan gunung es yang tampak. Jadi kesadaran merupakan bagaian kecil dari kepribadian. Ketidak-sadaran yang merupakan bagian kecil dari gunung es di bawah permukaan air mengandung insting-insting yang mendorong perilaku manusia. Menurut Freud ada bagian lain yang disebut pra-sadar (preconscious). Dalam preconscious stimulus-stimulus belum di refresh, sehingga dapat dengan mudah ditimbulkan kembali dalam kesadaran.
Menurut Freud kepribadian terdiri dari :
a. ID : bagian primitif dari kepribadian. Mengandung insting seksual dan insting
agresif.
b. EGO : merupakan prinsip realitas. Ego menyesuaikan diri dengan realitas.
c. SUPER EGO : merupakan prinsip moral, yaitu mengontrol perilaku dari segi moral.
2. Insting dan Kecemasan
Freud menyatakan insting terdiri dari:
a. Insting untuk hidup (Life Instinct) : mencakup lapar, haus, dan seks. Ini merupakan kekuatan kreatif dan disebut sebagai Libido.
b. Insting untuk mati (Death Instinct) : merupakan kekuatan destruktif. Hal ini dapat dilakukan terhadap diri sendiri seperti menyakiti diri atau melakukan bunuh diri. Atau ditujukan terhadap individu lain dalam bentuk agresi. Semua itu dilakukan oleh si individu karena adanya dorongan berupa Kecemasan
Menurut Freud ada tiga macam Kecemasan, yaitu :
1. Kecemasan Objektif : timbul terhadap ketakutan akan bahaya nyata.
2. Kecemasan Neurotik : merupakan kecemasan atau rasa takut akan mendapatkan hukuman atas keinginan yang impulsif
3. Kecemasan Moral : cemas karena merasa telah melanggar norma-norma moral.
Freud juga mengatakan bahwa setiap individu mengalami fase-fase seksualitas sejak masih kanak-kanak sampai dewasa, berikut penjelasannya :
a. Fase Oral (mulut) : misalnya, perbuatan anak bayi menyusu kepada ibunya.
b. Fase Anal (anus) : misalnya, toilet training.
c. Fase Falik (usia 6-7 tahun) : kepuasan seksual pada alat kelamin.
d. Fase Laten (usia 7-8 tahun sampai menginjak awal remaja) : seolah-olah tidak ada aktivitas seksual.
e. Fase Genital : dimulai saat remaja sampai mati, segala kepuasan seks berpusat pada alat kelamin.
PSIKOANALISA ERIK ERIKSON
Erik H. Erikson (1902-1994) psikoanalis kelahiran Jerman yang merupakan seorang rekan di lingkar dalam Freud, memodifikasi dan memperluas teori Freud dengan menekankan pengaruh masyarakat terhadap perkembangan kepribadian.
Teori perkembangan Psikososial Erikson mencakup 8 tahap sepanjang rentang kehidupan, yaitu :
1. Kepercayaan vs Ketidakpercayaan (sejak lahir hingga usia 12-18 bulan) : bayi mengembangkan perasaan bahwa dunia merupakan tempat yang baik dan aman.
2. Autonomi vs Rasa Malu dan Ragu (usia 12-18 bulan hingga 3 tahun) : anak mengembangkan keseimbangan independen dan kepuasan diri terhadap rasa malu dan keraguan.
3. Inisiatif vs Rasa Bersalah (usia 3-6 tahun) : anak mengembangkan inisiatif ketika mencoba aktivitas baru dan tidak terlalu terbebani oleh rasa bersalah.
4. Industry vs Inferioritas (usia 6 tahun hingga Pubertas) : anak harus belajar keterampilan budaya atau menghadapi perasaan tidak kompeten.
5. Identitas vs Kekacauan Identitas (pubertas hingga dewasa awal) : remaja harus menentukan pemahaman akan diri sendiri atau merasakan kekacauan peran.
6. Intimasi vs Isolasi (dewasa awal) : individu mencoba mebuat komitmen dengan orang lain; apabila gagal, maka ia akan menderita isolasi dan pemisahan diri.
7. Produktivitas vs Stagnasi (dewasa tengah) : perhatian orang dewasa yang sudah matang adalah membangun dan membimbing generasi selanjutnya atau merasa tidak percaya diri.
8. Integritas Ego vs Putus Asa (dewasa akhir) : individu yang tua mendapatkan penerimaan terhadap hidup, membuatnya dapat menerima kematian atau sebaliknya, putus asa atas ketidakmampuannya menghidupkan kembali hidupnya.
KESIMPULAN
Pada dasarnya kedua teori Psikoanalisa yang diungkapkan oleh Freud dan Erikson tidak jauh berbeda. Mereka sama-sama meng-klasifikasikan fase-fase Psikologi seorang individu berdasarkan usia, sejak saat dilahirkan hingga meninggal nantinya. Hanya saja, Freud berpendapat bahwa dari semua fase Psikologis yang dialami manusia, merupakan murni karena dorongan/ keinginan yang luar biasa dari dalam (internal) individu tersebut, baik secara sadar maupun tidak sadar (bawah sadar). Kemudian seperti yang kita ketahui, Erik H. Erikson berusaha menyempurnakan teori Psikoanalisa yang telah dikemukakan oleh Freud dengan menambahkan bahwa selain keinginan/ dorongan dari dalam diri si individu, fase-fase psikologis tersebut ternyata juga dipengaruhi oleh faktor-faktor luar (eksternal), seperti adat, budaya dan lingkungan tempat tinggal si individu dan kepribadian dibangun melalui serangkaian krisis-krisis dan alternatif-alternatif.
Saya melihat Erikson berusaha menjelaskan bahwa ada faktor-faktor eksternal juga memiliki andil dalam membentuk perilaku suatu individu, bukan hanya karena adanya keinginan/ dorongan yang sangat kuat dari dalam diri. Berdasar argumentasi bahwa manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan sesamanya (interdependence), menurut saya disinilah perbedaan pandangan antara Freud dan Erikson tentang Psikoanalisa.
Sumber :
- Human Development (Psikologi Pekembangan); Diane E. Papalia, Sally Wendkos Old, Ruth Duskin Feldman
- Psikologi Umum I : Universitas Gunadarma
- Psikologi Umum : universitas Gunadarma
- Psikologi Perkembangan : Dra, Enung Fatimah, M.M – Pustaka Setia
INSOMNIA (SLEEP DISORDER)
Insomnia (kesulitan tidur) adalah kesulitan tidur atau gangguan tidur yang dapat membuat seseorang merasa belum cukup tidur pada saat terbangun.
Terdapat 3 jenis insomnia
· INSOMNIA SEMENTARA
Kesulitan tidur selama beberapa malam
· INSOMNIA JANGKA PENDEK
Kesulitan tidur selama 2 atau 3 minggu
· INSOMNIA KRONIS
Kurangnya tidur setiap malam atau sebagian besar malam selama lebih dari 2 minggu
PENYEBAB
Insomnia bukan suatu penyakit melainkan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab. Insomnia atau sulit tidur sering terjadi pada orang dewasa, dimana normal tidur yang dibutuhkan 8 jam untuk tidur, tetapi seiring dengan bertambahnya usia, jam waktu tidur semakin menurun menjadi 6 jam waktu tidur.
· Beberapa penyebabnya antara lain :
Ø Rasa cemas atau kecemasan pada saat tidur
Ø Kelebihan tidur siang
Ø Ketergantungan pada alkohol
Ø Depresi atau ketakutan
Ø Stress
Ø Gangguan emosional
Ø Jam kerja di malam hari
Ø Lingkungan yang gaduh
Ø Kekurangan atau kelebihan cahaya di dalam kamar
Ø Pola tidur yang terbalik disaat tidur dan terbangun
· Untuk mendiagnosis insomnia, dilakukan penialian terhadap :
Ø Pola tidur penderita
Ø Tingkat stress pkisis
Ø Riwayat medis
Ø Aktivitas fisik
Pengobatan Pada Gangguan Tidur Dapat Dilakukan Beberapa Cara ;
1. Hindari minuman yang beralkohol,rokok dan kopi.
2. Usahakan tidur secara teratur.
3. Jangan menaruh barang elektronik dekat anda (televise,handphone,computer).
4. Sebelum tidur dapat melakukan relaksasi atau dengan berkhayal.
5. Jika belum merasa ngatuk dapat membaca buku,mendengarkan musik atau mandi.
6. Anda juga dapat melakukan olahraga sebelum tidur, sebaiknya 3 jam sebelum tidur.
Bila cara pengobatan dengan sendiri gagal,ada beberapa jenis pengobatan medis, seperti ;
Ø Antidepressant jenis Elavil (amitriptyline) digunakan untuk anda yang mengalami kesulitan tidur yang disebabkan depresi.
Ø Benzodiazepines jenis Valium (Diazepam) atau Ativan (Lorazepam) digunakan untuk mengurangi kecemasan dan memberikan efek tidur.
Perlu diketahui bahwa pemberian obat-obatan diperlukan rekomendasi dari medis dan dengan kontrol yang ketat, karena efek samping dapat terjadi pada seseorang dan berbahaya jika pemakaian obat-obatan ini sembarangan.
Daftar pustaka
