Penyakit Lupa
Penyakit lupa merupakan proses yang masih normal (fisiologis), tapi dapat pula menjadi proses yang abnormal (patologis).
Ada beberapa macam bentuk lupa yakni
•mudah lupa (forgetfulness),
•amnesia
•demensia
Mudah lupa terjadi bilamana informasi yang diterima berhasil melalui proses normal dan akhirnya tersimpan di dalam memori jangka panjang.
Mudah lupa dapat terkait dengan penambahan usia yang sering dihubungkan dengan inefisiensi proses memori, seperti proses berpikir menjadi lamban, kurang menggunakan strategi memori yang baik, kesulitan memusatkan perhatian dan mengabaikan distraktor, membutuhkan waktu lebih lama untuk mempelajari sesuatu yang baru, dan lebih banyak dibutuhkan isyarat untuk mengingat kembali informasi yang telah tersimpan. Mudah lupa akan semakin berat jika menyerang manula dan disebut sebagai age-associated memory impairment (AAMI).
Pada amnesia, informasi hanya sampai di memori jangka pendek. Dengan kata lain, terjadi kegagalan atau kesulitan belajar yang berarti sudah bersifat patologis. Namun, perhatian terhadap informasi yang masuk, mengingat kembali informasi yang sudah lama, fungsi kognisi, bahasa, dan kepribadian masih berjalan dengan normal. Hanya proses penerusan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang yang gagal sehingga informasi baru tersebut tidak dapat diingat kembali. Sedangkan demensia gangguan yang paling berat. Informasi sama sekali tidak dapat masuk dalam proses memori. Bisa disebabkan oleh berbagai kelainan di otak seperti: gangguan vaskuler (stroke) dan degeneratif (sindrom Alzheimer)
Menurut Dr. Murray Grossman (45), ahli saraf dari Pusat Medis Universitas Pennsylvania, AS, bila ditelusuri lebih teliti berdasarkan jangka waktu keawetannya, ada lima jenis memori. Masing-masing: Semantik, Implisit, Remote, Working, dan Episodik. Semantik merupakan memori tentang makna simbol dan kata.
Memori Implisit biasanya menyangkut kecakapan tertentu, seperti bersepeda, berenang.
Memori Remote merupakan gudang data, umumnya melemah sejalan dengan bertambahnya usia.
Memori Working adalah memori jangka pendek, yang kita andalkan saat melakukan kegiatan sehari-hari, seperti mengingat bagian kalimat pertama saat lawan bicara kita sedang mengucapkan bagian kalimat kedua, sehingga kita dapat memahami apa yang ia maksud.
Memori Episodik ialah memori yang menyangkut pengalaman yang belum lama terjadi. Apa nama film yang ditonton minggu lalu, apa nama restoran yang dipesan untuk berkencan Sabtu mendatang, di mana Anda letakkan kacamata barusan, dst. Memori Episodik juga mundur dengan bertambahnya usia.
Tips Mengatasi Lupa
• Just Do It - Jika kita memiliki pekerjaan, sebaiknya kerjakan sekarang juga. Jangan tunda sampai anda akhirnya lupa.
• To Do List - Jika tidak memungkinkan untuk melakukan tips pertama, tulislah dalam to do list. Tapi jangan lupa membaca to do list rutin setiap hari. Jangan sampai schedule yang sudah kita tulis tidak dilakukan gara-gara kita lupa membacanya.
• Write It Everywhere - Kalau ternyata penyakit lupa Anda sudah kronis sehingga lupa membaca to do list, anda harus menyediakan alat tulis dimana saja kapan saja. Dimeja kerja ada agenda, di kamar ada agenda, di dinding rumah pasang whiteboard untuk menulis agenda anda.
• Manfaatkan teknologi di sekitar Anda - Gunakan PDA atau handphone atau komputer anda untuk menulis agenda anda. Teknologi ini akan memberikan anda alert sesuai dengan agenda yang anda input.
• Manfaatkan orang lain - Minta tolong orang lain untuk mengingatkan anda pada saat anda harus melakukan tugas Anda.
Minggu, 20 Desember 2009
Obesitas Pada Anak-Anak
Obesitas Pada Anak-Anak
Penyebab:
•genetik dan hormonal
•makan terlalu banyak
•terlalu sedikit bergerak
•penyakit genetik seperti sindrom Prader-Willi dan sindrom Bardel-Biedl hanya terjadi pada sebagian kecil anak-anak.
Faktor Risiko
Banyak faktor yang menyebabkan meningkatnya risiko terjadinya kelebihan berat badan pada anak:
•Pola makan. Mengkonsumsi makanan berkalori tinggi. Minuman bersoda, kudapan, permen dan makanan penutup dapat juga menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan. Makanan dan minuman seperti ini biasanya memiliki kandungan kalori dan gula atau garam yang tinggi.
•Jarang bergerak. Anak-anak yang jarang bergerak akan lebih mudah mengalami kenaikan berat badan karena mereka tidak membakar kalori melalui aktivitas fisik.
•Masalah genetic .Secara genetik anak yang mengalami kelebihan berat badan adalah turunan dari orang tua dan berada dalam lingkungan di mana makanan tinggi kalori selalu tersedia dan aktivitas fisik jarang dilakukan.
•Faktor psikologis. Ada sebagian anak-anak yang makan terlalu banyak sebagai pelampiasan bila ada masalah, terutama masalah emosi, seperti stres atau kebosanan.
•Faktor keluarga/sosial. Kebiasaan orangtua dalam menyiapkan makanan di rumah.
Kapan Harus Mencari Bantuan Medis :
Tidak semua anak yang memiliki kelebihan berat badan mengalami kegemukan atau obesitas. Ada anak-anak yang memiliki postur tubuh yang lebih besar dari tubuh rata-rata. Dan anak-anak secara normal memang membawa lemak tubuh yang berbeda pada tahap berkembangan yang bervariasi. Jadi dengan hanya memandang saja, anda tidak dapat mengetahui apakah berat badan anak anda akan mengakibatkan mereka mengalami masalah kesehatan.
Komplikasi
Anak yang kelebihan berat badan dapat menderita masalah kesehatan yang cukup serius, seperti:
•Diabetes tipe 2, resisten terhadap insulin
•Sindrom metabolisme: kegemukan terutama di daerah perut, kadar lemak yang tinggi, tekanan darah tinggi, resistensi terhadap insulin, kerentanan terhadap terbentuknya sumbatan pembuluh darah, dan kerentanan terhadap proses peradangan (American Heart Association).
•Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan tingkat blood lipid yang abnormal
•Asma dan masalah saluran pernapasan lainnya (misalnya, napas pendek yang dapat membuat olah raga, senam atau aktivitas fisik lainnya sulit untuk dilakukan)
•Masalah tidur
•Penyakit liver dan kantong empedu
•Pubertas atau menarche dini: anak yang kelebihan berat badan dapat tumbuh lebih tinggi dan secara seksual lebih matang dari anak-anak sebayanya, membuat orang-orang berharap mereka dapat berlaku sesuai dengan ukuran tubuh mereka, bukan sesuai dengan usia mereka; gadis-gadis yang mengalami kelebihan berat badan seringkali mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur dan menghadapi masalah fertilitas pada usia dewasanya.
•Masalah makan
•Infeksi kulit
•Masalah pada tulang dan persendian
Faktor risiko yang ada pada masa kanak-kanak (termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes) dapat menyebabkan terjadinya masalah medis saat mereka beranjak dewasa seperti penyakit jantung, gagal jantung, dan stroke. Kelebihan berat juga dapat menyebabkan terjadinya masalah yang menyangkut perkembangan sosial dan emosional anak seperti:
•Percaya diri rendah dan rawan diganggu anak lain
•Problem pada pola tingkah laku dan pola belajar
•Depresi
Penanganan
Anak-anak, tidak seperti orang dewasa, membutuhkan nutrisi dan kalori untuk perkembangan dan pertumbuhan mereka.
Untuk anak-anak di bawah usia 7 tahun yang tidak memiliki masalah kesehatan lainnya, tujuan penanganan ini adalah untuk menjaga berat badan bukan mengurangi berat badan. Strategi ini menyebabkan anak-anak tetap menambah tinggi badan mereka tanpa harus menambah berat badan, sehingga indeks massa tubuh akan terus menurun seiring dengan bertambahnya waktu sampai pada kisaran normal. Meskipun demikian, untuk anak yang mengalami obesitas, menjaga berat badan sambil menunggu pertambahan tinggi badan dapat menjadi sama sulitnya dengan menurunkan berat badan pada orang-orang dewasa.
Metode-metode yang dilakukan untuk menjaga berat badan atau menurunkan berat badan adalah sama yaitu anak harus makan dengan pola makan yang sehat dan meningkatkan aktivitas fisiknya. Kesuksesan metode ini sangat bergantung pada komitmen untuk membantu anak melakukan perubahan ini.
Jangan sampai jatuh ke dalam perangkap kebiasaan makan yang kurang baik:
•Jangan berikan permen atau jajanan sebagai hadiah bagi anak yang berkelakuan baik atau untuk menghentikan kelakuan buruk.
•Jangan biasakan anak untuk selalu menghabiskan isi makanannya. Bila anak-anak sudah cukup kenyang, jangan paksa mereka untuk melanjutkan makan.
•Jangan berbicara soal “makanan yang jelek” atau sama sekali melarang adanya permen dan makanan favorit dari menu makanan anak yang mengalami kelebihan berat badan. Anak-anak bisa berontak dan mengkonsumsi makanan terlarang tersebut dalam jumlah banyak di luar rumah atau menyelundupkan makanan tersebut ke dalam rumah.
Meningkatkan Aktivitas Fisik
Satu komponen yang sangat penting dalam penurunan berat badan, terutama pada anak-anak, adalah aktivitas fisik.
Untuk meningkatkan tingkat aktivitas anak anda:
•Batasi waktu santai di depan televisi menjadi hanya dua jam dalam sehari. Satu cara yang jitu untuk meningkatkan aktivitas anak anda adalah dengan membatasi waktu mereka untuk menonton televisi setiap harinya. Aktivitas diam lainnya (main video games dan komputer atau bicara di telepon) juga harus dibatasi.
•Tekankan pada aktivitas bukan olahraga. Aktivitas anak anda tidak harus berupa program olahraga yang terstruktur, tujuannya hanya agar mereka tetap bergerak. Aktivitas bermain bebas seperti bermain petak-umpet, tarik tambang atau lompat tali dapat menjadi cara yang jitu untuk membakar kalori dan meningkatkan stamina.
•Temukan aktivitas yang disukai oleh anak . Contohnya, bila anak cenderung berjiwa seni, dapat pergi ke alam untuk jalan-jalan dan mengumpulkan daun dan batu-batuan yang dapat dikoleksi oleh anak-anak. Bila anak suka memanjat, bisa pergi ke mencari tempat bermain disektiar rumah, dimana anak-anak dapat melewatkan waktu dengan memanjat alat permainan atau tembok. Bila anak suka membaca, anda bisa mengajaknya jalan kaki atau naik sepeda ke perpustakaan disekitar rumah.
•Buat aktivitas yang bervariasi. Biarkan anak-anak secara bergantian memilih aktivitas apa yang akan mereka lakukan hari atau minggu ini. Latihan memukul, boling, dan renang, semua ikut dihitung. Yang penting anda melakukan suatu aktivitas.
Pencegahan
•memberikan contoh yang baik dengan cara memperhatikan makanan yang dimakan sehingga dapat tetap konsisten menjaga berat badan ideal
•aktif dan mengundang anak untuk bergabung menjalankan kebiasaan yang sehat bersama-sama.
•harus menyadari, bahwa tekanan yang terlalu besar pada kebiasaan makan dan berat badan anak dapat memberi efek terbalik dimana si anak makan terlalu banyak, atau mungkin membuat mereka rawan terjangkit kelainan pada pola makan.
•tidak perlu menjadi terlalu kritis, hanya perlu menekankan pada apa yang baik, seperti senangnya bisa bermain di luar rumah, berbagai variasi buah segar.
•tekankan keuntungan dari banyak beraktivitas selain dari membantu mereka untuk menjaga berat badan, contohnya, banyak bergerak membuat jantung, paru-paru dan otot-otot lain menjadi lebih kuat.
Penyebab:
•genetik dan hormonal
•makan terlalu banyak
•terlalu sedikit bergerak
•penyakit genetik seperti sindrom Prader-Willi dan sindrom Bardel-Biedl hanya terjadi pada sebagian kecil anak-anak.
Faktor Risiko
Banyak faktor yang menyebabkan meningkatnya risiko terjadinya kelebihan berat badan pada anak:
•Pola makan. Mengkonsumsi makanan berkalori tinggi. Minuman bersoda, kudapan, permen dan makanan penutup dapat juga menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan. Makanan dan minuman seperti ini biasanya memiliki kandungan kalori dan gula atau garam yang tinggi.
•Jarang bergerak. Anak-anak yang jarang bergerak akan lebih mudah mengalami kenaikan berat badan karena mereka tidak membakar kalori melalui aktivitas fisik.
•Masalah genetic .Secara genetik anak yang mengalami kelebihan berat badan adalah turunan dari orang tua dan berada dalam lingkungan di mana makanan tinggi kalori selalu tersedia dan aktivitas fisik jarang dilakukan.
•Faktor psikologis. Ada sebagian anak-anak yang makan terlalu banyak sebagai pelampiasan bila ada masalah, terutama masalah emosi, seperti stres atau kebosanan.
•Faktor keluarga/sosial. Kebiasaan orangtua dalam menyiapkan makanan di rumah.
Kapan Harus Mencari Bantuan Medis :
Tidak semua anak yang memiliki kelebihan berat badan mengalami kegemukan atau obesitas. Ada anak-anak yang memiliki postur tubuh yang lebih besar dari tubuh rata-rata. Dan anak-anak secara normal memang membawa lemak tubuh yang berbeda pada tahap berkembangan yang bervariasi. Jadi dengan hanya memandang saja, anda tidak dapat mengetahui apakah berat badan anak anda akan mengakibatkan mereka mengalami masalah kesehatan.
Komplikasi
Anak yang kelebihan berat badan dapat menderita masalah kesehatan yang cukup serius, seperti:
•Diabetes tipe 2, resisten terhadap insulin
•Sindrom metabolisme: kegemukan terutama di daerah perut, kadar lemak yang tinggi, tekanan darah tinggi, resistensi terhadap insulin, kerentanan terhadap terbentuknya sumbatan pembuluh darah, dan kerentanan terhadap proses peradangan (American Heart Association).
•Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan tingkat blood lipid yang abnormal
•Asma dan masalah saluran pernapasan lainnya (misalnya, napas pendek yang dapat membuat olah raga, senam atau aktivitas fisik lainnya sulit untuk dilakukan)
•Masalah tidur
•Penyakit liver dan kantong empedu
•Pubertas atau menarche dini: anak yang kelebihan berat badan dapat tumbuh lebih tinggi dan secara seksual lebih matang dari anak-anak sebayanya, membuat orang-orang berharap mereka dapat berlaku sesuai dengan ukuran tubuh mereka, bukan sesuai dengan usia mereka; gadis-gadis yang mengalami kelebihan berat badan seringkali mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur dan menghadapi masalah fertilitas pada usia dewasanya.
•Masalah makan
•Infeksi kulit
•Masalah pada tulang dan persendian
Faktor risiko yang ada pada masa kanak-kanak (termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes) dapat menyebabkan terjadinya masalah medis saat mereka beranjak dewasa seperti penyakit jantung, gagal jantung, dan stroke. Kelebihan berat juga dapat menyebabkan terjadinya masalah yang menyangkut perkembangan sosial dan emosional anak seperti:
•Percaya diri rendah dan rawan diganggu anak lain
•Problem pada pola tingkah laku dan pola belajar
•Depresi
Penanganan
Anak-anak, tidak seperti orang dewasa, membutuhkan nutrisi dan kalori untuk perkembangan dan pertumbuhan mereka.
Untuk anak-anak di bawah usia 7 tahun yang tidak memiliki masalah kesehatan lainnya, tujuan penanganan ini adalah untuk menjaga berat badan bukan mengurangi berat badan. Strategi ini menyebabkan anak-anak tetap menambah tinggi badan mereka tanpa harus menambah berat badan, sehingga indeks massa tubuh akan terus menurun seiring dengan bertambahnya waktu sampai pada kisaran normal. Meskipun demikian, untuk anak yang mengalami obesitas, menjaga berat badan sambil menunggu pertambahan tinggi badan dapat menjadi sama sulitnya dengan menurunkan berat badan pada orang-orang dewasa.
Metode-metode yang dilakukan untuk menjaga berat badan atau menurunkan berat badan adalah sama yaitu anak harus makan dengan pola makan yang sehat dan meningkatkan aktivitas fisiknya. Kesuksesan metode ini sangat bergantung pada komitmen untuk membantu anak melakukan perubahan ini.
Jangan sampai jatuh ke dalam perangkap kebiasaan makan yang kurang baik:
•Jangan berikan permen atau jajanan sebagai hadiah bagi anak yang berkelakuan baik atau untuk menghentikan kelakuan buruk.
•Jangan biasakan anak untuk selalu menghabiskan isi makanannya. Bila anak-anak sudah cukup kenyang, jangan paksa mereka untuk melanjutkan makan.
•Jangan berbicara soal “makanan yang jelek” atau sama sekali melarang adanya permen dan makanan favorit dari menu makanan anak yang mengalami kelebihan berat badan. Anak-anak bisa berontak dan mengkonsumsi makanan terlarang tersebut dalam jumlah banyak di luar rumah atau menyelundupkan makanan tersebut ke dalam rumah.
Meningkatkan Aktivitas Fisik
Satu komponen yang sangat penting dalam penurunan berat badan, terutama pada anak-anak, adalah aktivitas fisik.
Untuk meningkatkan tingkat aktivitas anak anda:
•Batasi waktu santai di depan televisi menjadi hanya dua jam dalam sehari. Satu cara yang jitu untuk meningkatkan aktivitas anak anda adalah dengan membatasi waktu mereka untuk menonton televisi setiap harinya. Aktivitas diam lainnya (main video games dan komputer atau bicara di telepon) juga harus dibatasi.
•Tekankan pada aktivitas bukan olahraga. Aktivitas anak anda tidak harus berupa program olahraga yang terstruktur, tujuannya hanya agar mereka tetap bergerak. Aktivitas bermain bebas seperti bermain petak-umpet, tarik tambang atau lompat tali dapat menjadi cara yang jitu untuk membakar kalori dan meningkatkan stamina.
•Temukan aktivitas yang disukai oleh anak . Contohnya, bila anak cenderung berjiwa seni, dapat pergi ke alam untuk jalan-jalan dan mengumpulkan daun dan batu-batuan yang dapat dikoleksi oleh anak-anak. Bila anak suka memanjat, bisa pergi ke mencari tempat bermain disektiar rumah, dimana anak-anak dapat melewatkan waktu dengan memanjat alat permainan atau tembok. Bila anak suka membaca, anda bisa mengajaknya jalan kaki atau naik sepeda ke perpustakaan disekitar rumah.
•Buat aktivitas yang bervariasi. Biarkan anak-anak secara bergantian memilih aktivitas apa yang akan mereka lakukan hari atau minggu ini. Latihan memukul, boling, dan renang, semua ikut dihitung. Yang penting anda melakukan suatu aktivitas.
Pencegahan
•memberikan contoh yang baik dengan cara memperhatikan makanan yang dimakan sehingga dapat tetap konsisten menjaga berat badan ideal
•aktif dan mengundang anak untuk bergabung menjalankan kebiasaan yang sehat bersama-sama.
•harus menyadari, bahwa tekanan yang terlalu besar pada kebiasaan makan dan berat badan anak dapat memberi efek terbalik dimana si anak makan terlalu banyak, atau mungkin membuat mereka rawan terjangkit kelainan pada pola makan.
•tidak perlu menjadi terlalu kritis, hanya perlu menekankan pada apa yang baik, seperti senangnya bisa bermain di luar rumah, berbagai variasi buah segar.
•tekankan keuntungan dari banyak beraktivitas selain dari membantu mereka untuk menjaga berat badan, contohnya, banyak bergerak membuat jantung, paru-paru dan otot-otot lain menjadi lebih kuat.
BULIMIA
BULIMIA (NERVESA)
DEFINISI
Bulimia nervosa adalah suatu kelainan yang ditandai dengan:
* Episode berulang dari binge (makan dalam jumlah yang banyak), yang diikuti dengan memuntahkannya (baik dirangsang oleh penderita sendiri maupun dengan obat pencahar, diuretik (peluruh kemih) atau keduanya)
* Diet yang sangat ketat
* Olah raga yang berlebihan untuk mengatasi efek dari binge
Sebagian besar penderitanya adalah wanita,yang sangat peduli akan bentuk tubuh dan berat badan dan termasuk golongan sosial-ekonomi menengah ke atas.
PENYEBAB
Faktor-faktor yang diduga berperan dalam terjadinya bulimia nervosa adalah :
* Masalah keluarga
* Perilaku maladaptif
* Pertentangan identitas diri
* Budaya yang terlalu menitikberatkan kepada penampilan fisik
GEJALA
Binge merupakan suatu keadaan dimana ketika kehilangan kendali. Binge seringkali diikuti dengan muntah, diet yang ketat dan olah raga yang berlebihan. Jumlah makanan yang dimakan selama binge, bisa sangat banyak . Stres emosional seringkali memicu terjadinya binge, yang biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Bulimia mencerminkan kekhawatiran akan kegemukan (obesitas) dan beberapa penderitanya mengalami obesitas, tetapi berat badan mereka cenderung turun-naik di sekitar berat badan normal. Perangsangan muntah (dengan memasukkan tangan/benda ke dalam tenggorokan) yang bisa menyebabkan :
* Pengikisan email gigi
* Pembengkakan kelenjar ludah di pipi (kelenjar parotis)
* Peradangan kerongkongan
Muntah bisa menyebabkan berkurangnya kadar kalium dalam darah, sehingga terjadi gangguan jantung. Penderita cenderung lebih waspada dan merasa sangat menyesal atau merasa bersalah akan perilakunya. Mereka menyadari kelainan tersebut dan menemui dokter untuk berobat. Biasanya penderita masih bisa bersosialisasi. Mereka juga cenderung memiliki perilaku impulsif, menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan serta jelas-jelas mengalami depresi.
PENGOBATAN
Terdapat 2 pendekatan yang dilakukan untuk mengobati bulimia:
1. Terapi psikis (psikoterapi)
2. Obat-obatan. obat anti-depresi seringkali bisa membantu mengendalikan bulimia, meskipun penderita tidak tampak depresi. tetapi bulimia akan kambuh kembali jika pemakaian obat dihentikan.
DEFINISI
Bulimia nervosa adalah suatu kelainan yang ditandai dengan:
* Episode berulang dari binge (makan dalam jumlah yang banyak), yang diikuti dengan memuntahkannya (baik dirangsang oleh penderita sendiri maupun dengan obat pencahar, diuretik (peluruh kemih) atau keduanya)
* Diet yang sangat ketat
* Olah raga yang berlebihan untuk mengatasi efek dari binge
Sebagian besar penderitanya adalah wanita,yang sangat peduli akan bentuk tubuh dan berat badan dan termasuk golongan sosial-ekonomi menengah ke atas.
PENYEBAB
Faktor-faktor yang diduga berperan dalam terjadinya bulimia nervosa adalah :
* Masalah keluarga
* Perilaku maladaptif
* Pertentangan identitas diri
* Budaya yang terlalu menitikberatkan kepada penampilan fisik
GEJALA
Binge merupakan suatu keadaan dimana ketika kehilangan kendali. Binge seringkali diikuti dengan muntah, diet yang ketat dan olah raga yang berlebihan. Jumlah makanan yang dimakan selama binge, bisa sangat banyak . Stres emosional seringkali memicu terjadinya binge, yang biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Bulimia mencerminkan kekhawatiran akan kegemukan (obesitas) dan beberapa penderitanya mengalami obesitas, tetapi berat badan mereka cenderung turun-naik di sekitar berat badan normal. Perangsangan muntah (dengan memasukkan tangan/benda ke dalam tenggorokan) yang bisa menyebabkan :
* Pengikisan email gigi
* Pembengkakan kelenjar ludah di pipi (kelenjar parotis)
* Peradangan kerongkongan
Muntah bisa menyebabkan berkurangnya kadar kalium dalam darah, sehingga terjadi gangguan jantung. Penderita cenderung lebih waspada dan merasa sangat menyesal atau merasa bersalah akan perilakunya. Mereka menyadari kelainan tersebut dan menemui dokter untuk berobat. Biasanya penderita masih bisa bersosialisasi. Mereka juga cenderung memiliki perilaku impulsif, menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan serta jelas-jelas mengalami depresi.
PENGOBATAN
Terdapat 2 pendekatan yang dilakukan untuk mengobati bulimia:
1. Terapi psikis (psikoterapi)
2. Obat-obatan. obat anti-depresi seringkali bisa membantu mengendalikan bulimia, meskipun penderita tidak tampak depresi. tetapi bulimia akan kambuh kembali jika pemakaian obat dihentikan.
Arti sahabat buat kita…
Arti sahabat buat kita…
Sahabat adalah orang yang selalu ada disaat kita butuh atau tidak danorang yang bisa diajak curhat tentang kita. Seorang sahabat sejati sulit sekali untuk kita cari atau kita jumpai, karena mencari sabat sejati itu memang bener-bener sangat sulit.
Sahabat adalah seseorang yang kalau kita lagi sedih ia bisa membuat kita tersenyum sementara ketika kita senang dia akan lebih merasa senang dari kita. Ia menjadi orang penting yang memberi warna dalam kehidupan kita.
Sahabat itu teman curhat, nggak ada istialh stress ketika dirundung masalah, seberat apapun masalah itu kalau kita punya sahabat. Dalam hal ini sahabat bisa menjadi tempat berbagi cerita, teman curhat, yang nyaman. Kita bisa ngungkapin semua perasaan kita selain kepada keluarga atau pacar yaitu kepada sahabat kita. Tapi bukan berarti setiap masalah harus lari ke sahabat, yang paling baik dan utama adalah dengan menyelesaikannya dengan sendiri, baru ke keluarga terus orang terdekat yaitu sahabat dan tidak lupa minta kepada yang di atas.
Sahabat itu cermin bagi diri kita,sahabat itu seperti tubuh, bila tubuh kita salah satu sakit, maka yang lain akan merasa sakit. Sahabat juga dapat memotivasi untuk diri kita dan dapat saling membantu satu sama lain.
Sahabat adalah orang yang selalu ada disaat kita butuh atau tidak danorang yang bisa diajak curhat tentang kita. Seorang sahabat sejati sulit sekali untuk kita cari atau kita jumpai, karena mencari sabat sejati itu memang bener-bener sangat sulit.
Sahabat adalah seseorang yang kalau kita lagi sedih ia bisa membuat kita tersenyum sementara ketika kita senang dia akan lebih merasa senang dari kita. Ia menjadi orang penting yang memberi warna dalam kehidupan kita.
Sahabat itu teman curhat, nggak ada istialh stress ketika dirundung masalah, seberat apapun masalah itu kalau kita punya sahabat. Dalam hal ini sahabat bisa menjadi tempat berbagi cerita, teman curhat, yang nyaman. Kita bisa ngungkapin semua perasaan kita selain kepada keluarga atau pacar yaitu kepada sahabat kita. Tapi bukan berarti setiap masalah harus lari ke sahabat, yang paling baik dan utama adalah dengan menyelesaikannya dengan sendiri, baru ke keluarga terus orang terdekat yaitu sahabat dan tidak lupa minta kepada yang di atas.
Sahabat itu cermin bagi diri kita,sahabat itu seperti tubuh, bila tubuh kita salah satu sakit, maka yang lain akan merasa sakit. Sahabat juga dapat memotivasi untuk diri kita dan dapat saling membantu satu sama lain.
ANAK INDIGO
ANAK INDIGO
Identik dengan warna indigo adalah warna yang dominan dari warna aura (warna biru-merah). Warna Indigo menunjukkan cakra mata ketiga, pusat aktivitas dari enerji psychic, yang terbuka pada anak-anak Indigo. Anak-anak Indigo memahami perbedaan yang sangat tipis antara dunia kasat dan dunia spiritual, dan mereka memiliki kemampuan untuk mengakses informasi, yang orang lain tidak mampu.
Definisi anak indigo adalah anak yang menunjukkan seperangkat atribut psikologis baru dan luar biasa, serta menunjukkan sebuah pola perilaku yang pada umumnya tidak didokumentasikan sebelumnya. Pola ini memiliki faktor-faktor unik yang umum, yang mengisyaratkan agar orang-orang yang berinteraksi dengan mereka (para orangtua, khususnya) mengubah perlakuan dan pengasuhan terhadap mereka guna mencapai keseimbangan. Mengabaikan pola-pola baru ini akan kemungkinan besar berarti menciptakan ketidakseimbangan dan frustasi dalam benak dari kehidupan baru yang berharga ini.
Anak-anak yang teridentifikasi indigo terdapat adanya karakteristik yang unik, mereka cerdas dan kreatif, namun bersifat sulit diatur pada kekuasaan dan sistem secara umum. Mereka sering disalahdiagnosa sebagai ADD (Attention Deficit Disorder = atau Gangguan Kekurangan Perhatian) atau ADHD (Attention Deficit Hyperaktive Disorder = Gangguan Hiperaktif Kekurangan Perhatian) yang membutuhkan terapi untuk mengatasi sifatnya.
Secara fisik dan emosional mereka sangat sensitif. Mereka juga sangat perhatian dan empati terhadap orang lain, juga beberapa menjadi terlihat tidak berperasaan. Anak Indigo dapat mudah marah dan kasar, mereka membutuhkan keyakinan bahwa dirinya diterima dan memerlukan konseling. Indigo juga mempunyai rasa depresi di usia muda jika mereka merasa tidak mengapa mereka dilahirkan atau merasa tidak mempu berbuat apa-apa untuk memperbaiki dunia.
Karakteristik Anak Indigo :
1. Mempunyai kesadaran diri yg tinggi, terhubung dengan sumber (Tuhan).
2. Mengerti jika dirinya layak untuk berada di dunia.
3. Mempunyai pengertian yang jelas akan dirinya.
4. Tidak nyaman dengan disiplin dan cara yang otoriter tanpa alasan yang jelas.
5. Menolak mengikuti aturan atau petunjuk.
6. Tidak sabaran dan tidak suka bila harus menunggu.
7. Frustasi dengan sistem yang sifatnya ritual dan tidak kreatif.
8. Mereka punya cara yg lebih baik dlm menyelesaikan masalah.
9. Sebagian besar adalah orang yg menimbulkan rasa tidak nyaman.
10. Tidak bisa menerima hukuman yang tanpa alasan, selalu ingin alasan yang jelas.
11. Mudah bosan dengan tugas yg diberikan.
12. Kreatif.
13. Mudah teralihkan perhatiannya, bisa mengerjakan banyak hal bersamaan.
14. Menunjukan intuisi yang kuat.
15. Punya empati yang kuat terhadap sesama, atau tidak punya empati sama sekali.
16. Sangat berbakat dan rata-rata sangat pintar.
17. Saat kecil sering diidentifikasi menderita ADD / ADHD (Atenttion Defisit Disorder = susah konsentrasi) / ADHD (Attention Defisit and Hyperactive Disorder = hiperaktif).
18. Mempunyai visi dan cita-cita yang kuat.
19. Pandangan mata mereka terlihat, bijaksana, mendalam dan tua.
20. Mempunyai kesadaran spiritual atau mempunyai kemampuan psikis.
21. Mengekspresikan kemarahan dan mempunyai masalah dengan menahan amarah.
22. Membutuhkan dukungan untuk menemukan diri mereka.
23. Berada di dunia untuk merubah dunia, untuk membantu kita hidup dalam keharmonisan dan damai antara yg satu dengan yg lain dan meningkatkan getaran planet.
Adapun Karakteristik Indigo Dewasa
1. Mereka pintar walaupun tidak selalu berada ditingkatan paling atas.
2. Kreatif dan sangat menikmati menciptakan sesuatu.
3. Selalu ingin tahu kenapa, khususnya jika mereka disuruh melakukan sesuatu.
4. Muak akan pekerjaan yang banyak dan berulang-ulang di sekolah.
5. Pemberontak di sekolah, menolak mengerjakan tugas dll. atau ingin memberontak tapi tidak berani karena ada tekanan dari orang tua.
6. Punya masalah dengan keberadaan, seperti tidak diterima, atau terasing. Biasanya menimbulkan perasaan ingin bunuh diri, tapi tidak benar-benar melakukannnya.
7. Punya masalaha dengan amarah.
8. Tidak nyaman dengan politik karena merasa suara mereka tidak dihitung, dan tidak peduli dengan hasil yang keluar.
9. Frustasi dengan budaya Amerika tradisional.
10. Tidak terima bila hak-hak mereka diambil atau diinjak-injak.
11. Punya hasrat yang membara untuk merubah dunia, tapi kesulitan menemukan jalurnya.
12. Mempunyai ketertarikan akan hal spiritual dan kemampuan psikis saat usia muda.
13. Punya beberapa "Role model" Indigo.
14. Punya intuisi yang kuat.
15. Punya sifat atau jalan pikir yang tidak biasa, sulit fokus pada tugas, atau meloncat-loncat di tengah pembicaraan.
16. Pernah mengalami pengalaman spiritual, psikis dll.
17. Sensitif terhadap yg berhubungan dgn listrik.
18. Mempunyai kesadaran akan dimensi lain.
19. Secara seksual sangat ekspresif atau malah menolak seksualitas aga bisa mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi.
20. Mencari arti hidup mereka dan mengerti tentang dunia, mereka bisa mencarinya dengan melalui agama, buku dll.
21. Waktu mereka merasa diri mereka seimbang, mereka akan menjadi kuat, sehat, dan individu yang bahagia.
Daftar pustaka
- Buku The Indigo Children, Anak-anak Baru Itu Telah Datang oleh Lee Carrol & Ja Tober
- Buku 17 Emosi Negatif Anak Indigo, Terapi Mental da Perilaku oleh Wayne Dosick, Ph.D & Ellen Kaufman Dosick, MSW
http://www.indigoindonesia.com/
Identik dengan warna indigo adalah warna yang dominan dari warna aura (warna biru-merah). Warna Indigo menunjukkan cakra mata ketiga, pusat aktivitas dari enerji psychic, yang terbuka pada anak-anak Indigo. Anak-anak Indigo memahami perbedaan yang sangat tipis antara dunia kasat dan dunia spiritual, dan mereka memiliki kemampuan untuk mengakses informasi, yang orang lain tidak mampu.
Definisi anak indigo adalah anak yang menunjukkan seperangkat atribut psikologis baru dan luar biasa, serta menunjukkan sebuah pola perilaku yang pada umumnya tidak didokumentasikan sebelumnya. Pola ini memiliki faktor-faktor unik yang umum, yang mengisyaratkan agar orang-orang yang berinteraksi dengan mereka (para orangtua, khususnya) mengubah perlakuan dan pengasuhan terhadap mereka guna mencapai keseimbangan. Mengabaikan pola-pola baru ini akan kemungkinan besar berarti menciptakan ketidakseimbangan dan frustasi dalam benak dari kehidupan baru yang berharga ini.
Anak-anak yang teridentifikasi indigo terdapat adanya karakteristik yang unik, mereka cerdas dan kreatif, namun bersifat sulit diatur pada kekuasaan dan sistem secara umum. Mereka sering disalahdiagnosa sebagai ADD (Attention Deficit Disorder = atau Gangguan Kekurangan Perhatian) atau ADHD (Attention Deficit Hyperaktive Disorder = Gangguan Hiperaktif Kekurangan Perhatian) yang membutuhkan terapi untuk mengatasi sifatnya.
Secara fisik dan emosional mereka sangat sensitif. Mereka juga sangat perhatian dan empati terhadap orang lain, juga beberapa menjadi terlihat tidak berperasaan. Anak Indigo dapat mudah marah dan kasar, mereka membutuhkan keyakinan bahwa dirinya diterima dan memerlukan konseling. Indigo juga mempunyai rasa depresi di usia muda jika mereka merasa tidak mengapa mereka dilahirkan atau merasa tidak mempu berbuat apa-apa untuk memperbaiki dunia.
Karakteristik Anak Indigo :
1. Mempunyai kesadaran diri yg tinggi, terhubung dengan sumber (Tuhan).
2. Mengerti jika dirinya layak untuk berada di dunia.
3. Mempunyai pengertian yang jelas akan dirinya.
4. Tidak nyaman dengan disiplin dan cara yang otoriter tanpa alasan yang jelas.
5. Menolak mengikuti aturan atau petunjuk.
6. Tidak sabaran dan tidak suka bila harus menunggu.
7. Frustasi dengan sistem yang sifatnya ritual dan tidak kreatif.
8. Mereka punya cara yg lebih baik dlm menyelesaikan masalah.
9. Sebagian besar adalah orang yg menimbulkan rasa tidak nyaman.
10. Tidak bisa menerima hukuman yang tanpa alasan, selalu ingin alasan yang jelas.
11. Mudah bosan dengan tugas yg diberikan.
12. Kreatif.
13. Mudah teralihkan perhatiannya, bisa mengerjakan banyak hal bersamaan.
14. Menunjukan intuisi yang kuat.
15. Punya empati yang kuat terhadap sesama, atau tidak punya empati sama sekali.
16. Sangat berbakat dan rata-rata sangat pintar.
17. Saat kecil sering diidentifikasi menderita ADD / ADHD (Atenttion Defisit Disorder = susah konsentrasi) / ADHD (Attention Defisit and Hyperactive Disorder = hiperaktif).
18. Mempunyai visi dan cita-cita yang kuat.
19. Pandangan mata mereka terlihat, bijaksana, mendalam dan tua.
20. Mempunyai kesadaran spiritual atau mempunyai kemampuan psikis.
21. Mengekspresikan kemarahan dan mempunyai masalah dengan menahan amarah.
22. Membutuhkan dukungan untuk menemukan diri mereka.
23. Berada di dunia untuk merubah dunia, untuk membantu kita hidup dalam keharmonisan dan damai antara yg satu dengan yg lain dan meningkatkan getaran planet.
Adapun Karakteristik Indigo Dewasa
1. Mereka pintar walaupun tidak selalu berada ditingkatan paling atas.
2. Kreatif dan sangat menikmati menciptakan sesuatu.
3. Selalu ingin tahu kenapa, khususnya jika mereka disuruh melakukan sesuatu.
4. Muak akan pekerjaan yang banyak dan berulang-ulang di sekolah.
5. Pemberontak di sekolah, menolak mengerjakan tugas dll. atau ingin memberontak tapi tidak berani karena ada tekanan dari orang tua.
6. Punya masalah dengan keberadaan, seperti tidak diterima, atau terasing. Biasanya menimbulkan perasaan ingin bunuh diri, tapi tidak benar-benar melakukannnya.
7. Punya masalaha dengan amarah.
8. Tidak nyaman dengan politik karena merasa suara mereka tidak dihitung, dan tidak peduli dengan hasil yang keluar.
9. Frustasi dengan budaya Amerika tradisional.
10. Tidak terima bila hak-hak mereka diambil atau diinjak-injak.
11. Punya hasrat yang membara untuk merubah dunia, tapi kesulitan menemukan jalurnya.
12. Mempunyai ketertarikan akan hal spiritual dan kemampuan psikis saat usia muda.
13. Punya beberapa "Role model" Indigo.
14. Punya intuisi yang kuat.
15. Punya sifat atau jalan pikir yang tidak biasa, sulit fokus pada tugas, atau meloncat-loncat di tengah pembicaraan.
16. Pernah mengalami pengalaman spiritual, psikis dll.
17. Sensitif terhadap yg berhubungan dgn listrik.
18. Mempunyai kesadaran akan dimensi lain.
19. Secara seksual sangat ekspresif atau malah menolak seksualitas aga bisa mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi.
20. Mencari arti hidup mereka dan mengerti tentang dunia, mereka bisa mencarinya dengan melalui agama, buku dll.
21. Waktu mereka merasa diri mereka seimbang, mereka akan menjadi kuat, sehat, dan individu yang bahagia.
Daftar pustaka
- Buku The Indigo Children, Anak-anak Baru Itu Telah Datang oleh Lee Carrol & Ja Tober
- Buku 17 Emosi Negatif Anak Indigo, Terapi Mental da Perilaku oleh Wayne Dosick, Ph.D & Ellen Kaufman Dosick, MSW
http://www.indigoindonesia.com/
PHOBIA
PHOBIA (Ketakutan Yang Berlebihan)
Definisi
Phobia adalah ketakutan yang berlebih-lebihan terhadap benda-benda atau situasi-situasi tertentu yang seringkali tidak beralasan dan tidak berdasar pada kenyataan.
Phobia dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Pada umumnya phobia disebabkan karena pernah mengalami ketakutan yang hebat atau pengalaman pribadi yang disertai perasaan malu atau bersalah yang semuanya kemudian ditekan kedalam alam bawah sadar. Peristiwa traumatis di masa kecil dianggap sebagai salah satu kemungkinan penyebab terjadinya phobia.
Martin Seligman di dalam teorinya yang dikenal dengan istilah biological preparedness mengatakan ketakutan yang menjangkiti tergantung dari relevansinya sang stimulus terhadap nenek moyang atau sejarah evolusi manusia, atau dengan kata lain ketakutan tersebut disebabkan oleh faktor keturunan. Misalnya, mereka yang takut kepada beruang, nenek moyangnya pada waktu masih hidup di dalam gua, pernah diterkam dan hampir dimakan beruang, tapi selamat, sehingga dapat menghasilkan kita sebagai keturunannya. Seligman berkata bahwa kita sudah disiapkan oleh sejarah evolusi kita untuk takut terhadap sesuatu yang dapat mengancam survival kita.
Pada kasus phobia yang lebih parah, gejala anxiety neurosa menyertai penderita tersebut. Si penderita akan terus menerus dalam keadaan phobia walaupun tidak ada rangsangan yang spesifik. Selalu ada saja yang membuat phobia-nya timbul kembali, misalnya thanatophobia (takut mati), dll.
Walaupun ada ratusan macam phobia tetapi pada dasarnya phobia-phobia tersebut merupakan bagian dari 3 jenis phobia, yang menurut buku DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual for Mental Disorder IV) ketiga jenis phobia itu adalah:
1.Specific phobia
2.Social phobia
3.Agoraphobia - takut kepada tempat terbuka (Claustrophobia - takut kepada tempat tertutup, masuk ke dalam specific phobia)
Ada beberapa teknik Untuk penyembuhan phobia:
1.Hypnotheraphy: Penderita phobia diberi sugesti-sugesti untuk menghilangkan phobia.
2.Flooding: Exposure Treatment yang ekstrim. Si penderita phobia yang ngeri kepada anjing (cynophobia), dimasukkan ke dalam ruangan dengan beberapa ekor anjing jinak, sampai ia tidak ketakutan lagi.
3.Abreaksi: Si penderita phobia disuruh membayangkan stimulus yang ditakuti kemudian disuruh membayangkan reaksinya jika stimulusnya ada. Setelah itu dimotivasi untuk menghadapi stimulus yang ditakuti tersebut pada saat ini / sekarang.
4.Desentisisasi Sistematis: Si penderita phobia disuruh rileks sampai serileks-rileksnya dan memejamkan mata. Terapis menghadirkan stimulus takut / cemas dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi secara bertahap dan pelan-pelan. Dalam menghadirkan stimulus dapat secara imajiner ataupun secara langsung.
5.Reframing: Penderita phobia disuruh membayangkan kembali menuju masa lampau dimana permulaannya si penderita mengalami phobia, ditempat itu dibentuk suatu manusia baru yang tidak takut lagi pada phobia-nya.
Macam-macam Phobia:
•Acerbophobia: Ketakutan pada asam.
•Acousticophobia: Ketakutan pada suara.
•Acrophobia / Hypsophobia: Ketakutan pada tempat yang tinggi.
•Aerophobia / Anemophobia: Ketakutan serta panik apabila kulit mereka terkena aliran udara.
•Agoraphobia / Kenophobia: Ketakutan pada ruang yang kosong atau terbuka.
•Agyophobia: Ketakutan akan jalan yang ramai dan cenderung takut untuk menyeberang.
•Allodoxaphobia: Takut pada pendapat.
•Amatophobia: Ketakutan pada debu.
•Amaxophobia: Ketakutan berkendaraan.
•Amychophobia: Ketakutan apabila dirinya disiksa atau mengalami luka / kecelakaan.
•Androphobia: Androphobia dijumpai pada wanita, yaitu ketakutan pada laki-laki.
•Anemophobia: Takut pada pergerakan udara atau angin.
•Anthophobia: Ketakutan terhadap bunga.
•Anthrophobia / Sociophobia: Ketakutan pada masyarakat atau orang secara umum.
•Antlophobia: Ketakutan pada sungai, banjir atau air yang mengalir.
•Apeirophobia: Ketakutan pada hal-hal yang tak terbatas, misalnya: sumur, langit, laut, dll.
•Apiphobia / Melissophobia: Ketakutan pada binatang yang menyengat.
•Arachnephobia: Ketakutan pada laba-laba.
•Asthenophobia: Ketakutan menjadi lemah.
•Astrophobia: Ketakutan pada langit dan angkasa.
•Ataxophobia: Takut pada kekacauan atau ketidakrapian.
•Atephobia: Takut tinggal di pegunungan atau dirumah bertingkat karena dibayangi oleh ketakutan akan reruntuhan.
•Auroraphobia: Ketakutan pada aurora atau cahaya utara, yaitu suatu fenomena alam yang hanya tampak di daerah belahan utara bumi.
•Automanophobia: Takut pada suara perut, makhluk animasi, patung lilin, segala sesuatu yang secara salah merepresentasikan makhluk yang memiliki persepsi.
•Autophobia: Ketakutan pada diri sendiri.
•Bacilliophobia / Microphobia: Ketakutan akan baksil atau kuman.
•Ballistophobia: Ketakutan terhadap proyektil, misalnya peluru kendali, roket, mortir atau meriam.
•Basophobia / Stasiphobia: Ketakutan untuk berdiri tegak atau ketakutan untuk berjalan.
•Bathophobia: Ketakutan akan kedalaman atau obyek yang lebih tinggi, misalnya gedung pencakar langit atau tebing yang curam.
•Belonephobia / Aichmophobia: Ketakutan pada benda-benda yang tajam.
•Bibliophobia: Ketakutan bila melihat buku.
•Botophobia: Ketakutan pada ruang atau kamar dibawah tanah.
•Bromhidrophobia: Ketakutan bila dirinya mengeluarkan bau badan atau takut kepada bau badan orang lain.
•Brontophobia: Ketakutan akan suara halilintar.
•Bufonophobia: Takut pada katak.
•Cancerphobia: Ketakutan akan akan penyakit kanker.
•Cheimaphobia / Psycrophobia: Ketakutan bila kedinginan.
•Chermatophobia: Ketakutan terhadap uang.
•Chromatophobia: Ketakutan akan warna-warna tertentu, misalnya ketakutan akan warna merah (erythrophobia). Phobia terhadap warna hitam lebih sering dihubungkan dengan phobia terhadap kegelapan (noctiphobia).
•Chronophobia: Ketakutan pada suara jam berdentang.
•Cibophobia: Takut makan karena takut menjadi sakit akibat kuman yang ada dalam makanan.
•Claustrophobia: Ketakutan berada dalam ruangan sempit.
•Cleithrophobia: Ketakutan apabila terkunci didalam suatu ruangan.
•Clinicophobia: Ketakutan untuk ke dokter atau berobat.
•Cremnophobia: Ketakutan berada di tebing yang curam.
•Coitophobia: Ketakutan untuk melakukan persetubuhan dengan lawan jenis.
•Coprophobia / Mysophobia / Tocophobia: Takut terhadap kotoran.
•Crystallophobia / Hyalophobia: Ketakutan terhadap benda-benda yang terbuat dari gelas.
•Cynophobia: Ketakutan terhadap anjing.
•Demonophobia / Ghostphobia: Ketakutan akan setan-setan.
•Diabetophobia: Takut terhadap penyakit diabetes / kencing manis.
•Domatophobia / Oikophobia: Ketakutan yang terjadi bila berada didalam rumah.
•Doraphobia: Ketakutan yang terjadi bila menjamah bulu binatang.
•Dromophobia: Ketakutan untuk mengembara.
•Dysmorphophobia / Teratophobia: Takut pada orang cacat.
•Electrophobia: Ketakutan terhadap listrik.
•Electrophobia: Ketakutan terhadap listrik.
•Entomophobia / Melissophobia: Ketakutan pada serangga.
•Ereutophobia: Ketakutan akan rasa malu.
•Ergophobia: Takut bekerja.
•Erotophobia: Takut akan cinta sexuil.
•Eurotophobia: Takut pada alat kelamin wanita.
•Galeophobia / Ailurophobia / Gatophobia: Takut akan kucing.
•Gamaphobia: Takut akan perkawinan.
•Genophobia: Takut sakit demam panas.
•Gephyrophobia / Gephydrophobia / Gephysrophobia: Takut menyeberang jembatan.
•Gerontophobia: Ketakutan terhadap usia tua.
•Graphophobia: Ketakutan bila melihat tulisan.
•Gynaephobia: Perasaan takut kepada wanita.
•Hadephobia: Takut akan neraka.
•Hamartophobia: Takut akan dosa dan kesalahan.
•Hapephobia: Ketakutan terhadap sentuhan fisik.
•Hellenologophobia: Takut pada istilah atau terminologi ilmiah rumit dari bahasa Yunani.
•Hierophobia: Ketakutan akan barang-barang suci.
•Hematophobia: Ketakutan melihat darah.
•Heliophobia: Ketakutan bila melihat atau terkena sinar matahari.
•Hodophobia: Takut bepergian.
•Homichlophobia: Ketakutan pada kabut.
•Homophobia: Ketakutan pada orang-orang homo seks.
•Hormephobia: Takut pada suatu kejutan.
•Hydrophobia / Iyssophobia: Takut pada air.
•Hygrophobia: Ketakutan pada tempat yang lembab.
•Hylophobia: Ketakutan terhadap hutan.
•Hypengyophobia: Ketakutan terhadap tanggung jawab.
•Hypnophobia: Ketakutan untuk tidur.
•Ichtyophobia: Ketakutan terhadap ikan.
•Ideophobia: Ketakutan akan ide-ide.
•Iophobia: Ketakutan bila melihat racun.
•Kakorhaphiophobia: Takut akan kegagalan.
•Kathisophobia: Takut duduk.
•Kinesophobia: Takut melihat gerakan-gerakan.
•Kleptophobia / Harpaxophobia: Takut pada pencuri atau perampok.
•Linonophobia: Takut akan benang, tali atau senar.
•Lygophobia: Takut berada di tempat gelap.
•Lyssophobia: Takut bila menjadi gila.
•Mastigophobia: Takut pada hukuman.
•Merinthophobia: Ketakutan bila diikat.
•Metallophobia: Ketakutan terhadap benda-benda logam.
•Misophobia: Takut terkena kotoran atau kuman.
•Monophobia: Takut bila ditinggal seorang diri.
•Myctophobia: Takut akan apa-apa yang gelap.
•Mythophobia: Takut untuk tertipu.
•Necrophobia: Takut terhadap orang mati atau mayat.
•Neophobia / Kainophobia: Takut pada segala sesuatu yang baru.
•Nyctophobia: Takut gelap atau malam.
•Obesitophobia: Ketakutan untuk menjadi gemuk.
•Octophobia: Takut pada angka 8.
•Odontophobia: Takut pada gigi binatang.
•Ombrophobia: Takut pada hujan.
•Onemophobia / Phronemophobia: Takut untuk berpikir.
•Onomatophobia: Takut mendengar suatu nama tertentu.
•Ophidiophobia: Takut akan ular atau binatang melata.
•Ophthalmophobia / Scopophobia: Takut dilihat oleh orang lain.
•Oneirophobia: Takut pada mimpi.
•Ornithophobia: Takut pada burung.
•Papyrophobia: Takut pada kertas.
•Paraphobia: Takut pada penyimpangan seksual.
•Pathophobia / Nosophobia: Takut akan penyakit.
•Peccatiphobia: Takut berbuat dosa.
•Pedagogiephobia: Takut pada suatu pendidikan.
•Pediculophobia: Takut pada binatang kutu.
•Pedophobia: Takut berjumpa dengan anak-anak.
•Pengophobia: Takut pada siang hari.
•Pharmacophobia / Hydrargyrophobia: Takut terhadap berbagai macam obat-obatan.
•Photophobia: Takut akan sinar atau cahaya.
•Phobophobia: Takut pada phobia.
•Phonophobia: Takut pada bunyi atau suara (termasuk suaranya sendiri).
•Pnygophobia: Ketakutan akan bayangan kematian tidak dapat bernapas atau tercekik.
•Pyrexeophobia / Febriphobia: Takut pada panas.
•Pyrophobia: Takut terhadap api.
•Rhabdophobia: Takut dipukul.
•Rodentiophobia: Takut terhadap tikus.
•Scatophobia: Takut pada kotoran atau tinja.
•Scelerophobia: Takut pada orang-orang jahat / perampok.
•Selaphobia: Takut pada kilat.
•Siderodromophobia: Takut pada kereta api, rel atau perjalanan dengan menggunakan kereta api.
•Social Phobia: Takut dinilai secara negatif dalam situasi-situasi sosial.
•Sociophobia / Ochlophobia / Polyphobia: Ketakutan akan sekumpulan orang.
•Surgerophobia: Ketakutan untuk menjalani suatu operasi.
•Taphephobia: Ketakutan apabila dikubur hidup-hidup.
•Telephonophobia: Takut pada telepon.
•Teratophobia: Ketakutan akan melahirkan anak cacat atau anak yang menyerupai monster.
•Thalassophobia: Ketakutan terhadap lautan.
•Thanatophobia / Thantophobia: Takut pada kematian.
•Theophobia: Ketakutan terhadap Tuhan.
•Tocophobia / Maieusiophobia: Takut bila melihat kelahiran bayi.
•Toxicophobia: Takut akan diracun.
•Trichophobia: Ketakutan pada rambut atau bulu.
•Triskaidekaphobia: Ketakutan pada bilangan 13.
•Ufophobia: Ketakutan akan munculnya makhluk angkasa luar.
•Vaccinophobia: Takut di suntik.
•Verminophobia: Takut pada kuman.
•Vermiphobia / Helminthophobia: Takut pada cacing.
•Xenophobia: Ketakutan pada orang asing atau orang dari negara asing.
•Zoophobia: Takut pada binatang.
Definisi
Phobia adalah ketakutan yang berlebih-lebihan terhadap benda-benda atau situasi-situasi tertentu yang seringkali tidak beralasan dan tidak berdasar pada kenyataan.
Phobia dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Pada umumnya phobia disebabkan karena pernah mengalami ketakutan yang hebat atau pengalaman pribadi yang disertai perasaan malu atau bersalah yang semuanya kemudian ditekan kedalam alam bawah sadar. Peristiwa traumatis di masa kecil dianggap sebagai salah satu kemungkinan penyebab terjadinya phobia.
Martin Seligman di dalam teorinya yang dikenal dengan istilah biological preparedness mengatakan ketakutan yang menjangkiti tergantung dari relevansinya sang stimulus terhadap nenek moyang atau sejarah evolusi manusia, atau dengan kata lain ketakutan tersebut disebabkan oleh faktor keturunan. Misalnya, mereka yang takut kepada beruang, nenek moyangnya pada waktu masih hidup di dalam gua, pernah diterkam dan hampir dimakan beruang, tapi selamat, sehingga dapat menghasilkan kita sebagai keturunannya. Seligman berkata bahwa kita sudah disiapkan oleh sejarah evolusi kita untuk takut terhadap sesuatu yang dapat mengancam survival kita.
Pada kasus phobia yang lebih parah, gejala anxiety neurosa menyertai penderita tersebut. Si penderita akan terus menerus dalam keadaan phobia walaupun tidak ada rangsangan yang spesifik. Selalu ada saja yang membuat phobia-nya timbul kembali, misalnya thanatophobia (takut mati), dll.
Walaupun ada ratusan macam phobia tetapi pada dasarnya phobia-phobia tersebut merupakan bagian dari 3 jenis phobia, yang menurut buku DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual for Mental Disorder IV) ketiga jenis phobia itu adalah:
1.Specific phobia
2.Social phobia
3.Agoraphobia - takut kepada tempat terbuka (Claustrophobia - takut kepada tempat tertutup, masuk ke dalam specific phobia)
Ada beberapa teknik Untuk penyembuhan phobia:
1.Hypnotheraphy: Penderita phobia diberi sugesti-sugesti untuk menghilangkan phobia.
2.Flooding: Exposure Treatment yang ekstrim. Si penderita phobia yang ngeri kepada anjing (cynophobia), dimasukkan ke dalam ruangan dengan beberapa ekor anjing jinak, sampai ia tidak ketakutan lagi.
3.Abreaksi: Si penderita phobia disuruh membayangkan stimulus yang ditakuti kemudian disuruh membayangkan reaksinya jika stimulusnya ada. Setelah itu dimotivasi untuk menghadapi stimulus yang ditakuti tersebut pada saat ini / sekarang.
4.Desentisisasi Sistematis: Si penderita phobia disuruh rileks sampai serileks-rileksnya dan memejamkan mata. Terapis menghadirkan stimulus takut / cemas dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi secara bertahap dan pelan-pelan. Dalam menghadirkan stimulus dapat secara imajiner ataupun secara langsung.
5.Reframing: Penderita phobia disuruh membayangkan kembali menuju masa lampau dimana permulaannya si penderita mengalami phobia, ditempat itu dibentuk suatu manusia baru yang tidak takut lagi pada phobia-nya.
Macam-macam Phobia:
•Acerbophobia: Ketakutan pada asam.
•Acousticophobia: Ketakutan pada suara.
•Acrophobia / Hypsophobia: Ketakutan pada tempat yang tinggi.
•Aerophobia / Anemophobia: Ketakutan serta panik apabila kulit mereka terkena aliran udara.
•Agoraphobia / Kenophobia: Ketakutan pada ruang yang kosong atau terbuka.
•Agyophobia: Ketakutan akan jalan yang ramai dan cenderung takut untuk menyeberang.
•Allodoxaphobia: Takut pada pendapat.
•Amatophobia: Ketakutan pada debu.
•Amaxophobia: Ketakutan berkendaraan.
•Amychophobia: Ketakutan apabila dirinya disiksa atau mengalami luka / kecelakaan.
•Androphobia: Androphobia dijumpai pada wanita, yaitu ketakutan pada laki-laki.
•Anemophobia: Takut pada pergerakan udara atau angin.
•Anthophobia: Ketakutan terhadap bunga.
•Anthrophobia / Sociophobia: Ketakutan pada masyarakat atau orang secara umum.
•Antlophobia: Ketakutan pada sungai, banjir atau air yang mengalir.
•Apeirophobia: Ketakutan pada hal-hal yang tak terbatas, misalnya: sumur, langit, laut, dll.
•Apiphobia / Melissophobia: Ketakutan pada binatang yang menyengat.
•Arachnephobia: Ketakutan pada laba-laba.
•Asthenophobia: Ketakutan menjadi lemah.
•Astrophobia: Ketakutan pada langit dan angkasa.
•Ataxophobia: Takut pada kekacauan atau ketidakrapian.
•Atephobia: Takut tinggal di pegunungan atau dirumah bertingkat karena dibayangi oleh ketakutan akan reruntuhan.
•Auroraphobia: Ketakutan pada aurora atau cahaya utara, yaitu suatu fenomena alam yang hanya tampak di daerah belahan utara bumi.
•Automanophobia: Takut pada suara perut, makhluk animasi, patung lilin, segala sesuatu yang secara salah merepresentasikan makhluk yang memiliki persepsi.
•Autophobia: Ketakutan pada diri sendiri.
•Bacilliophobia / Microphobia: Ketakutan akan baksil atau kuman.
•Ballistophobia: Ketakutan terhadap proyektil, misalnya peluru kendali, roket, mortir atau meriam.
•Basophobia / Stasiphobia: Ketakutan untuk berdiri tegak atau ketakutan untuk berjalan.
•Bathophobia: Ketakutan akan kedalaman atau obyek yang lebih tinggi, misalnya gedung pencakar langit atau tebing yang curam.
•Belonephobia / Aichmophobia: Ketakutan pada benda-benda yang tajam.
•Bibliophobia: Ketakutan bila melihat buku.
•Botophobia: Ketakutan pada ruang atau kamar dibawah tanah.
•Bromhidrophobia: Ketakutan bila dirinya mengeluarkan bau badan atau takut kepada bau badan orang lain.
•Brontophobia: Ketakutan akan suara halilintar.
•Bufonophobia: Takut pada katak.
•Cancerphobia: Ketakutan akan akan penyakit kanker.
•Cheimaphobia / Psycrophobia: Ketakutan bila kedinginan.
•Chermatophobia: Ketakutan terhadap uang.
•Chromatophobia: Ketakutan akan warna-warna tertentu, misalnya ketakutan akan warna merah (erythrophobia). Phobia terhadap warna hitam lebih sering dihubungkan dengan phobia terhadap kegelapan (noctiphobia).
•Chronophobia: Ketakutan pada suara jam berdentang.
•Cibophobia: Takut makan karena takut menjadi sakit akibat kuman yang ada dalam makanan.
•Claustrophobia: Ketakutan berada dalam ruangan sempit.
•Cleithrophobia: Ketakutan apabila terkunci didalam suatu ruangan.
•Clinicophobia: Ketakutan untuk ke dokter atau berobat.
•Cremnophobia: Ketakutan berada di tebing yang curam.
•Coitophobia: Ketakutan untuk melakukan persetubuhan dengan lawan jenis.
•Coprophobia / Mysophobia / Tocophobia: Takut terhadap kotoran.
•Crystallophobia / Hyalophobia: Ketakutan terhadap benda-benda yang terbuat dari gelas.
•Cynophobia: Ketakutan terhadap anjing.
•Demonophobia / Ghostphobia: Ketakutan akan setan-setan.
•Diabetophobia: Takut terhadap penyakit diabetes / kencing manis.
•Domatophobia / Oikophobia: Ketakutan yang terjadi bila berada didalam rumah.
•Doraphobia: Ketakutan yang terjadi bila menjamah bulu binatang.
•Dromophobia: Ketakutan untuk mengembara.
•Dysmorphophobia / Teratophobia: Takut pada orang cacat.
•Electrophobia: Ketakutan terhadap listrik.
•Electrophobia: Ketakutan terhadap listrik.
•Entomophobia / Melissophobia: Ketakutan pada serangga.
•Ereutophobia: Ketakutan akan rasa malu.
•Ergophobia: Takut bekerja.
•Erotophobia: Takut akan cinta sexuil.
•Eurotophobia: Takut pada alat kelamin wanita.
•Galeophobia / Ailurophobia / Gatophobia: Takut akan kucing.
•Gamaphobia: Takut akan perkawinan.
•Genophobia: Takut sakit demam panas.
•Gephyrophobia / Gephydrophobia / Gephysrophobia: Takut menyeberang jembatan.
•Gerontophobia: Ketakutan terhadap usia tua.
•Graphophobia: Ketakutan bila melihat tulisan.
•Gynaephobia: Perasaan takut kepada wanita.
•Hadephobia: Takut akan neraka.
•Hamartophobia: Takut akan dosa dan kesalahan.
•Hapephobia: Ketakutan terhadap sentuhan fisik.
•Hellenologophobia: Takut pada istilah atau terminologi ilmiah rumit dari bahasa Yunani.
•Hierophobia: Ketakutan akan barang-barang suci.
•Hematophobia: Ketakutan melihat darah.
•Heliophobia: Ketakutan bila melihat atau terkena sinar matahari.
•Hodophobia: Takut bepergian.
•Homichlophobia: Ketakutan pada kabut.
•Homophobia: Ketakutan pada orang-orang homo seks.
•Hormephobia: Takut pada suatu kejutan.
•Hydrophobia / Iyssophobia: Takut pada air.
•Hygrophobia: Ketakutan pada tempat yang lembab.
•Hylophobia: Ketakutan terhadap hutan.
•Hypengyophobia: Ketakutan terhadap tanggung jawab.
•Hypnophobia: Ketakutan untuk tidur.
•Ichtyophobia: Ketakutan terhadap ikan.
•Ideophobia: Ketakutan akan ide-ide.
•Iophobia: Ketakutan bila melihat racun.
•Kakorhaphiophobia: Takut akan kegagalan.
•Kathisophobia: Takut duduk.
•Kinesophobia: Takut melihat gerakan-gerakan.
•Kleptophobia / Harpaxophobia: Takut pada pencuri atau perampok.
•Linonophobia: Takut akan benang, tali atau senar.
•Lygophobia: Takut berada di tempat gelap.
•Lyssophobia: Takut bila menjadi gila.
•Mastigophobia: Takut pada hukuman.
•Merinthophobia: Ketakutan bila diikat.
•Metallophobia: Ketakutan terhadap benda-benda logam.
•Misophobia: Takut terkena kotoran atau kuman.
•Monophobia: Takut bila ditinggal seorang diri.
•Myctophobia: Takut akan apa-apa yang gelap.
•Mythophobia: Takut untuk tertipu.
•Necrophobia: Takut terhadap orang mati atau mayat.
•Neophobia / Kainophobia: Takut pada segala sesuatu yang baru.
•Nyctophobia: Takut gelap atau malam.
•Obesitophobia: Ketakutan untuk menjadi gemuk.
•Octophobia: Takut pada angka 8.
•Odontophobia: Takut pada gigi binatang.
•Ombrophobia: Takut pada hujan.
•Onemophobia / Phronemophobia: Takut untuk berpikir.
•Onomatophobia: Takut mendengar suatu nama tertentu.
•Ophidiophobia: Takut akan ular atau binatang melata.
•Ophthalmophobia / Scopophobia: Takut dilihat oleh orang lain.
•Oneirophobia: Takut pada mimpi.
•Ornithophobia: Takut pada burung.
•Papyrophobia: Takut pada kertas.
•Paraphobia: Takut pada penyimpangan seksual.
•Pathophobia / Nosophobia: Takut akan penyakit.
•Peccatiphobia: Takut berbuat dosa.
•Pedagogiephobia: Takut pada suatu pendidikan.
•Pediculophobia: Takut pada binatang kutu.
•Pedophobia: Takut berjumpa dengan anak-anak.
•Pengophobia: Takut pada siang hari.
•Pharmacophobia / Hydrargyrophobia: Takut terhadap berbagai macam obat-obatan.
•Photophobia: Takut akan sinar atau cahaya.
•Phobophobia: Takut pada phobia.
•Phonophobia: Takut pada bunyi atau suara (termasuk suaranya sendiri).
•Pnygophobia: Ketakutan akan bayangan kematian tidak dapat bernapas atau tercekik.
•Pyrexeophobia / Febriphobia: Takut pada panas.
•Pyrophobia: Takut terhadap api.
•Rhabdophobia: Takut dipukul.
•Rodentiophobia: Takut terhadap tikus.
•Scatophobia: Takut pada kotoran atau tinja.
•Scelerophobia: Takut pada orang-orang jahat / perampok.
•Selaphobia: Takut pada kilat.
•Siderodromophobia: Takut pada kereta api, rel atau perjalanan dengan menggunakan kereta api.
•Social Phobia: Takut dinilai secara negatif dalam situasi-situasi sosial.
•Sociophobia / Ochlophobia / Polyphobia: Ketakutan akan sekumpulan orang.
•Surgerophobia: Ketakutan untuk menjalani suatu operasi.
•Taphephobia: Ketakutan apabila dikubur hidup-hidup.
•Telephonophobia: Takut pada telepon.
•Teratophobia: Ketakutan akan melahirkan anak cacat atau anak yang menyerupai monster.
•Thalassophobia: Ketakutan terhadap lautan.
•Thanatophobia / Thantophobia: Takut pada kematian.
•Theophobia: Ketakutan terhadap Tuhan.
•Tocophobia / Maieusiophobia: Takut bila melihat kelahiran bayi.
•Toxicophobia: Takut akan diracun.
•Trichophobia: Ketakutan pada rambut atau bulu.
•Triskaidekaphobia: Ketakutan pada bilangan 13.
•Ufophobia: Ketakutan akan munculnya makhluk angkasa luar.
•Vaccinophobia: Takut di suntik.
•Verminophobia: Takut pada kuman.
•Vermiphobia / Helminthophobia: Takut pada cacing.
•Xenophobia: Ketakutan pada orang asing atau orang dari negara asing.
•Zoophobia: Takut pada binatang.
Langganan:
Komentar (Atom)
