Penyakit Lupa
Penyakit lupa merupakan proses yang masih normal (fisiologis), tapi dapat pula menjadi proses yang abnormal (patologis).
Ada beberapa macam bentuk lupa yakni
•mudah lupa (forgetfulness),
•amnesia
•demensia
Mudah lupa terjadi bilamana informasi yang diterima berhasil melalui proses normal dan akhirnya tersimpan di dalam memori jangka panjang.
Mudah lupa dapat terkait dengan penambahan usia yang sering dihubungkan dengan inefisiensi proses memori, seperti proses berpikir menjadi lamban, kurang menggunakan strategi memori yang baik, kesulitan memusatkan perhatian dan mengabaikan distraktor, membutuhkan waktu lebih lama untuk mempelajari sesuatu yang baru, dan lebih banyak dibutuhkan isyarat untuk mengingat kembali informasi yang telah tersimpan. Mudah lupa akan semakin berat jika menyerang manula dan disebut sebagai age-associated memory impairment (AAMI).
Pada amnesia, informasi hanya sampai di memori jangka pendek. Dengan kata lain, terjadi kegagalan atau kesulitan belajar yang berarti sudah bersifat patologis. Namun, perhatian terhadap informasi yang masuk, mengingat kembali informasi yang sudah lama, fungsi kognisi, bahasa, dan kepribadian masih berjalan dengan normal. Hanya proses penerusan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang yang gagal sehingga informasi baru tersebut tidak dapat diingat kembali. Sedangkan demensia gangguan yang paling berat. Informasi sama sekali tidak dapat masuk dalam proses memori. Bisa disebabkan oleh berbagai kelainan di otak seperti: gangguan vaskuler (stroke) dan degeneratif (sindrom Alzheimer)
Menurut Dr. Murray Grossman (45), ahli saraf dari Pusat Medis Universitas Pennsylvania, AS, bila ditelusuri lebih teliti berdasarkan jangka waktu keawetannya, ada lima jenis memori. Masing-masing: Semantik, Implisit, Remote, Working, dan Episodik. Semantik merupakan memori tentang makna simbol dan kata.
Memori Implisit biasanya menyangkut kecakapan tertentu, seperti bersepeda, berenang.
Memori Remote merupakan gudang data, umumnya melemah sejalan dengan bertambahnya usia.
Memori Working adalah memori jangka pendek, yang kita andalkan saat melakukan kegiatan sehari-hari, seperti mengingat bagian kalimat pertama saat lawan bicara kita sedang mengucapkan bagian kalimat kedua, sehingga kita dapat memahami apa yang ia maksud.
Memori Episodik ialah memori yang menyangkut pengalaman yang belum lama terjadi. Apa nama film yang ditonton minggu lalu, apa nama restoran yang dipesan untuk berkencan Sabtu mendatang, di mana Anda letakkan kacamata barusan, dst. Memori Episodik juga mundur dengan bertambahnya usia.
Tips Mengatasi Lupa
• Just Do It - Jika kita memiliki pekerjaan, sebaiknya kerjakan sekarang juga. Jangan tunda sampai anda akhirnya lupa.
• To Do List - Jika tidak memungkinkan untuk melakukan tips pertama, tulislah dalam to do list. Tapi jangan lupa membaca to do list rutin setiap hari. Jangan sampai schedule yang sudah kita tulis tidak dilakukan gara-gara kita lupa membacanya.
• Write It Everywhere - Kalau ternyata penyakit lupa Anda sudah kronis sehingga lupa membaca to do list, anda harus menyediakan alat tulis dimana saja kapan saja. Dimeja kerja ada agenda, di kamar ada agenda, di dinding rumah pasang whiteboard untuk menulis agenda anda.
• Manfaatkan teknologi di sekitar Anda - Gunakan PDA atau handphone atau komputer anda untuk menulis agenda anda. Teknologi ini akan memberikan anda alert sesuai dengan agenda yang anda input.
• Manfaatkan orang lain - Minta tolong orang lain untuk mengingatkan anda pada saat anda harus melakukan tugas Anda.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar